Banda Aceh – Bandar Publishing Banda Aceh menerbitkan buku Duka Pengungsi Rohingnya: Catatan Kaum Stateless People Myanmar yang digarap secara “berjamaah” oleh empat penyair dan 24 penulis.
Buku setebal lebih dari 188 halaman itu disunting Murizal Hamzah. Bagi Bandar, ini buku kedua bertema Rohingya yang. Mei lalu, Bandar juga menerbitkan buku Muslim Rohingya Ditolak di Indonesia, Mengapa? yang ditulis Murizal Hamzah dengan editor Zuifata.
“Ini buku berjamaah, maksudnya puluhan penulis bersatu menuangkan pemikiran, analisis dan solusinya terhadap derita yang dialami oleh Muslim Rohingya,” ujar CEO Bandar Publishing Mukhlisuddin Ilyas di Banda Aceh, Rabu dikutip Kamis, 19 Agustus 2024.
Mukhlisuddin menuturkan buku itu diberi pengantar oleh Fadli Zon yang pernah mengunjungi Kamp Cox’s Bazar di Bangladesh. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI itu menyebutkan krisis kemanusiaan di Myanmar telah menyebabkan lebih dari satu juta masyarakat minoritas Rohingya hidup dalam ketakutan, diskriminasi, dan penindasan.
Teman dekat Prabowo itu menyatakan elemen masyarakat seperti akademisi, jurnalis, hingga sastrawan, perlu terlibat dalam menyuarakan krisis di Myanmar.
“Dr Fadli Zon menyatakan penerbitan buku ini menjadi penting untuk mengetuk hati nurani dan menengok kembali pada apa yang terjadi di Myanmar. Buku ini semacam ikhtiar demi terwujudnya perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM di Myanmar,” kata Mukhlisuddin.
Menurut Murizal, buku itu memuat berbagai artikel yang ditulis sejak 2015 ketika rakyat Aceh mengulurkan tangan kepada manusia perahu Rohingya hingga segelintir mahasiswa dan warga mengusir warga Rohingya pada akhir 2023.
Secara garis besar, kata dia, buku itu merupakan pengalaman penulis. Buku diawali dengan persembahan puisi-puisi oleh para penyair berlanjut pada narasi penulis ke Arakan, Kamp Pengungsi Cox’s Bangladesh hingga ke hunian Rohingya di Aceh.
“Kehadiran buku ini sepenuhnya karena semangat jihad tulisan dari penyair, penulis, fotografer dan penerbit. Ini langkah kecil kepedulian kepada mereka yang terusir dari kampung halamannya. Insya Allah amal berjamaah ini menjadi salah satu pangkal memuluskan kita melewati Jembatan Shiratal Mustaqim.”
Adapun penyair yang terlibat penulisan ini yakni Fadli Zon, Fikar W Eda, Profesor Mohd Harun, dan Nissa Rengganis. Sedangkan penulis yaitu Teungku Amri Fatmi Anziz, Aslinar, Audina Zahra, Azharul Husna, Farida Haryani, Ihan Nurdin, Junaidi Ahmad, Khaira Maulina, Khairil Miswar, Lola Alfira, Melly Masni, Muhajir Al-Fairusy, Adli Abdullah, M Yamin, Muhammad Heikal Daudy, Nia Deliana, Rahmiana Rahman, Raihana Mahmud, Safa Banat Jamilah, Profesor Saiful Akmal, Sanya Safira, Sulaiman Tripa, Teuku Kemal Fasya, dan Yogi Febriandi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy