Aplikasi Jagat yang Bikin Resah Sejumlah Pemda, Ternyata Diresmikan Jokowi pada 2022

Jokowi resmikan Jagat
Presiden Jokowi ketika meresmikan aplikasi Jagat Nusantara di Jakarta, 22 Oktober 2022. Foto: BPMI Setpres

Jakarta – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) di kota-kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, kini resah akibat aplikasi “Koin Jagat”.

Mereka mengeluhkan perusakan fasilitas umum dan sosial akibat tindakan pemburu koin yang mengikuti permainan di aplikasi tersebut beberapa terakhir.

“Koin Jagat” adalah permainan offline dengan misi menemukan koin yang tersebar di beberapa lokasi. Setiap koin yang ditemukan bisa ditukarkan dengan hadiah uang dengan jumlah tertentu.

Makanya, warga di beberapa daerah ramai-ramai menyerbu taman kota atau ruang publik untuk berburu koin jagat. Bahkan, hingga merusak fasilitas di taman-taman tertentu.

Usut punya usut, aplikasi tersebut ternyata diresmikan Presiden RI yang baru saja lengser, Jokowi. Dia waktu menjabat presiden meresmikan aplikasi itu pada 28 Oktober 2022.

Saat itu disebutkan, platform media sosial Jagat menyajikan dunia metaverse dengan lokasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Dengan adanya metaverse, IKN disebut menjadi peluang dan kesempatan masyarakat berbagi ilmu dan bertemu dengan orang-orang hebat di seluruh penjuru Indonesia, bahkan di dunia.

“Dan juga kesempatan memperkenalkan produk-produk kebanggaan Indonesia secara global,” ujar Jokowi dalam acara tersebut.

Melalui metaverse IKN, Jokowi menyebut para seniman di Tanah Air dapat menggelar konser hingga memamerkan hasil kreasinya secara virtual kepada masyarakat. Bahkan, menurut Jokowi, masyarakat juga bisa berolahraga di dunia digital ini.

“Ini akan menjadi pengalaman bersama yang seru,” kata Jokowi dilansir dari Tempo, Kamis, 16 Januari 2025.

Sementara itu Founding Chairman Jagat Nusantara, Wishnutama Kusubandio, menjelaskan hadirnya IKN dalam bentuk virtual ini merupakan keinginan Presiden Jokowi yang berharap teknologi dapat menghadirkan kegiatan kota nyata di masa depan. Menurut Wisnu, IKN menjadi kota pertama di dunia yang memiliki bentuk virtual.

“Tentunya inovasi ini sama sekali tidak mudah, Pak Presiden, secara teknologi memang sangat complicated platform ini, tapi kita tidak akan berhenti di sini,” kata mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Baca Juga: Fenomena Koin Jagat, Aplikasi ‘Berburu Uang’ dan Cara Memainkannya

Lebih lanjut, Wisnu menyebut kehadiran metaverse IKN diharapkan dapat mendorong ekonomi digital dan riil di Ibu Kota baru itu secara bersamaan. Sebab, kata Wisnu, nantinya akan ada tokonisasi lahan sehingga para pengguna Jagat Nusantara dapat memiliki lahan virtual di IKN.

“Bayangkan jika kita dapat memiliki lahan virtual yang juga mewakili kepemilikan lahan yang sesungguhnya nanti di IKN,” kata Wisnu.

Meski begitu, Wisnu mengakui metaverse IKN masih memilki banyak kekurangan. Pihaknya berharap dengan kolaborasi banyak pihak, dunia virtual ini ke depannya bakal menjadi terobosan the next real estate platform.

Pengembang Dipanggil Komdigi

Banyaknya keluhan dari sejumlah pemda ditanggapi Kementerian Komunikasi dan Digital dengan memanggil pengembang aplikasi Jagat. “Sudah kita sudah panggil, kita sudah ajak diskusi ini,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria di Jakarta, Rabu, 15 November 2025.

Menurut Nezar, aplikasi Jagat sebenarnya memiliki inovasi dan kreativitas yang baik. Namun dalam perkembangannya, aplikasi ini mengeluarkan permainan semacam pencarian harta karun bernama “Koin Jagat” yang ternyata menimbulkan dampak negatif. Sejumlah pengguna yang mencari koin tersebut merusak fasilitas umum.

Lebih lanjut Nezar menyebut bahwa pengembang kemungkinan akan mengubah mekanisme permainan guna mencegah dampak negatif. Mereka juga berencana mengembangkan konsep baru yang lebih edukatif dan konstruktif tanpa merusak fasilitas umum.

“Jadi pengembangnya itu merevieu dan kemudian mungkin akan mengubah pola permainannya untuk tidak sampai merusak. Jadi bahkan juga akan dilihat satu program yang lebih baru, yang lebih edukatif dan juga lebih konstruktif, gitu. Jadi tidak lagi merusak dan lain sebagainya,” ujar dia seperti dikutip Antara.

Salah satu wilayah di Jakarta yang menjadi sasaran masyarakat mencari koin tersebut adalah Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, di Bandung, Jawa Barat, tren itu juga sempat terjadi. Warga yang berburu koin di Taman Tegalaga bahkan dilaporkan sampai merusak sejumlah fasilitas.

Polda Metro Jaya menyatakan akan menindak siapapun sebagai perusak fasilitas umum terkait tren berburu koin melalui aplikasi “Koin Jagat”.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy