Banda Aceh – Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Abdullah Saleh berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 1 Februari 2025.
“Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Tgk Abdullah Saleh SH bin Tgk Bedeuhak pada hari Sabtu, 1 Februari 2025, pukul 17.35 WIB di Klinik Blower Banda Aceh. Almarhum adalah mantan Anggota DPR Aceh periode yang lalu,” bunyi kabar duka cita yang dikirimkan di sebuah grup WhatsApp, Sabtu malam.
Anggota Majelis Adat Aceh (MAA) itu meninggal dunia saat dirawat di klinik tersebut. Kerabat dekatnya, Akhyar menyampaikan jenazah Abdullah Saleh kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Kebon Raja Nomor 9, Dusun Masjid Tuha, Gampong Ie Maseen, Ulee Kareng, Banda Aceh.
Adapun prosesi pemakaman, kata Akhyar, berlangsung Minggu pagi, 2 Februari 2025, di tanah perkuburan keluarga di Gampong Lamseunong, Aceh Besar.
Dikenal sebagai politisi Partai Aceh (PA), kerabat Teungku Bantaqiyah di Beutong Ateuh ini awalnya kader Partai Persatuan Pembangunan. Abdullah Saleh bergabung ke PA sejak 15 Agustus 2005.
Lewat PA, dia berhasil duduk di kursi DPRA selama tiga periode: 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Pada Pemilu 2019, ia maju sebagai calon Anggota DPR RI dari Partai Gerindra tapi tidak terpilih.
Sementara hingga akhir hayatnya, ia dipercayakan sebagai Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat PA.
Di DPRA, ia dikenal sebagai sosok yang vokal. Saat menjabat Ketua Komisi I, Abdullah Saleh aktif menginisiasi berbagai regulasi penting, termasuk qanun terkait pemerintahan dan sosial masyarakat.
Di kancah perpolitikan Aceh, Abdullah Saleh salah figur penting. Politisi asal Aceh Barat ini juga ia dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Abdullah Saleh juga berkontribusi besar menjaga dan mempromosikan tradisi Aceh melalui MAA. Semasa hidupnya, almarhum sering menjadi rujukan dalam diskusi tentang adat istiadat dan hukum adat Aceh. Kiprahnya di MAA menjadikannya salah satu tokoh yang dihormati dalam upaya melestarikan budaya Aceh di tengah tantangan modernisasi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy