Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengungkapkan ‘jurus’ 5 K untuk pemberantasan judi online. “Karena begini, memberantas judi online itu cuma perlu 5 K. Kepedulian, Komitmen, Konsistensi, Keberanian dan tidak Kebawa godaan,” ujarnya, di Jakarta, Rabu pekan lalu, dikutip dari siaran pers kementerian.
“Kenapa kita harus ada kepedulian? Karena judi online ini menyedot dan merampok langsung uang rakyat. Ini uang rakyat kecil khususnya langsung disedot. Makanya saya selalu bilang, judi online ini adalah penipuan besar terhadap rakyat Indonesia,” tuturnya.
Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), pada 2023 angka judi online bisa mencapai Rp327 Triliun. Pada 2024, diperkirakan transaksi judi online bisa mencapai Rp900 Triliun.
“Saya membayangkan bagaimana ini membuat masyarakat semakin terpuruk, terutama rakyat kecil. Judi online itu penipuan, scam. Bagaimana orang diiming-imingi 50.000 bisa jadi duit satu miliar. Apa enggak ditipu?” cetus Menkominfo.
Meski begitu, berdasarkan pantauan, masih ada saja iklan-iklan judi online di media sosial atau situs-situs tertentu yang muncul, baik berupa video dengan bintang iklan influencer atau pun sekadar banner.
Tak ketinggalan, situs judol masih gampang dicari. Cuma ketik ‘situs judi online’, per Rabu, 7 Agustus 2024, pukul 12.20 WIB, halaman pertama Google Search langsung menampilkan deretan situs buat bertaruh. Setidaknya ada tujuh situs judi online yang terpampang di sana.
Yang di luar situs judi online cuma tiga berita online soal situs judi online paling laku di Indonesia, situs judi online gampang ditemukan dan permintaan Polda Metro Jaya kepada Menkominfo untuk blokir 30 situs.
Sejauh ini, sejak 17 Juli 2023 hingga 30 Juli 2024, Kominfo mengaku sudah memutus akses 2,7 juta konten judol dan menyelamatkan keuangan rakyat hingga sekitar total Rp34 triliun.
Selain itu, Kominfo sudah mengajukan pemblokiran 570 akun e-wallet terkait judi online kepada Bank Indonesia, dan permohonan pemblokiran 6.199 rekening bank terkait judi online kepada Otoritas Jasa Keuangan hingga 30 Juli.
Budi mengatakan pihaknya juga sudah menangani 24.494 sisipan di halaman judi pada situs lembaga pemerintahan, dan 23.107 sisipan halaman judi pada lembaga pendidikan.
Selain itu Kemenkominfo juga telah menyampaikan kata kunci atau keyword terkait judi online ke platform media sosial dan peramban. “Kepada Google sebanyak 20.637 keyword, kepada Meta 4.901 keyword,” kata dia.
Secara keseluruhan, Budi mengatakan bersama intervensi dari Satgas Judi Online di bawah koordinasi Kemenko Polhukam, pemerintah telah berhasil menurunkan 50 persen akses masyarakat terhadap situs judi online. “Serta menurunkan deposit pada judi online sebesar Rp34,39 triliun,” katanya.
Ke depan, dirinya optimistis jika Satgas Judi Online lebih dioptimalkan maka pemerintah akan bisa menurunkan akses masyarakat terhadap situs judi online hingga 80-90 persen.
Kominfo juga memblokir layanan Virtual Private Network (VPN) gratis untuk membatasi akses masyarakat terhadap judol. VPN sendiri bisa mengakses situs-situs yang sudah diblokir, termasuk judi online.
Tidak hanya itu, Budi Arie mengatakan bakal membatasi transaksi pulsa lebih dari Rp1 juta untuk mencegah deposit judol.
“Saya akan mengeluarkan peraturan tidak boleh ada transfer pulsa lebih dari Rp1 juta per hari. Itu kan bagian dari tanggung jawab Kominfo. Jadi enggak boleh ada lagi transfer pulsa lebih dari Rp1 juta sehari,” ujar dia dalam Podcast Political Show CNN Indonesia TV, pekan lalu.
“Kenapa? ini transfer pulsa bisa Rp100 juta bisa Rp1 miliar. Udah gila aja. Mau sampai gempor apa orang telepon Rp1 miliar sehari” tambahnya.
Menurut Budi, sangat tidak lazim ada transaksi pulsa dengan jumlah yang sangat besar, bahkan mencapai miliaran.
Aturan tersebut nantinya mungkin akan berbentuk Peraturan Menteri atau Surat Edaran. Pihaknya juga akan memberikan pengecualian atau white list bagi pelaku usaha pulsa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy