Teheren – Iran sedang mempersiapkan serangan terhadap Israel dalam beberapa hari mendatang. Informasi ini diperoleh Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) dari sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), Selasa, 6 Agustus 2024.
Potensi serangan diketahui dengan pergerakan sistem rudal. Realitas ini mengindikasikan serangan kemungkinan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Sejak akhir pekan lalu, para pejabat AS mengatakan mereka telah mengamati Iran memindahkan peluncur rudal dan melakukan latihan militer. Para pejabat tinggi AS berupaya menyerukan kepada Teheran untuk menghindari eskalasi konflik.
Mereka juga mencari dukungan negara-negara Arab mengenai masalah ini. Gedung Putih pun dilaporkan khawatir bahwa serangan Iran mungkin disertai dengan serangan dari gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah.
Sebelumnya pada Senin malam, 5 Agustus 2024, suara ledakan terdengar di kota Isfahan kawasan tengah Iran. Wakil Gubernur Isfahan Mohammad Reza Jannesar mengatakan suara-suara ledakan itu berasal dari latihan militer yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pekan lalu, Israel telah melakukan pembunuhan ganda terhadap pemimpin Hizbullah dan Hamas di Beirut dan Teheran. Sebagai tanggapan, Iran dan Hizbullah diperkirakan akan melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
Warga Israel Bersiap Sembunyi
Menghadapi serangan Iran, WSJ melaporkan warga Israel kini bersiap-siap untuk bersembunyi di bungker tempat perlindungan bom yang dirancang pemerintah zionis untuk melindungi warga sipilnya. Sistem perlindungan bawah tanah tersebut mulai dibangun pada 1970-an di beberapa kota di Israel.
Pada 1991, Irak, yang saat itu dipimpin Saddam Hussein, menembakkan puluhan rudal Scud ke Israel, menghantam dan merusak kota-kota seperti Tel Aviv dan Haifa. Tahun berikutnya, Israel menerbitkan undang-undang yang mewajibkan tempat perlindungan bom di setiap bangunan baru.
Saat ini, sekitar 65 persen warga Israel memiliki kamar tempat perlindungan bom di rumah atau apartemen mereka, Bahkan, kata seorang pejabat keamanan Israel, di setiap ruangan fasilitas publik juga tersedia bungker.
Tempat perlindungan bom di rumah dan apartemen dikungkung tembok beton dan pintu besi. Selain pintu dan jendela yang diperkuat, tempat perlindungan ini hampir tidak dapat dibedakan dari kamar biasa. Banyak warga Israel yang mengubahnya menjadi kamar tidur anak-anak mereka, sehingga anak-anak lebih aman saat tidur.
Di Tel Aviv, ibu kota ekonomi Israel, ada 168 tempat perlindungan bom publik bawah tanah. Jika dihitung dengan bungker di lembaga pendidikan atau gedung pemerintah, total ada 356 tempat perlindungan bom. Lokasinya bisa dilihat di situs web pemerintah kota. Tersedia juga rambu jalan berwarna oranye yang memberi tahu orang-orang cara menuju tempat perlindungan bom tersebut.
Sejak awal 1990-an, tempat perlindungan tersebut dipakai untuk warga Israel untuk berlindung dari roket jarak pendek yang ditembakkan dari Gaza atau Lebanon. Namun kini, warga Israel menghadapi rudal jelajah dan balistik dengan hulu ledak yang jauh lebih besar, yang ditembakkan dari jarak ribuan mil.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy