Lhokseumawe – Penjabat Wali Kota A Hanan mengatakan arsip penting sebagai rekaman peristiwa dalam berbagai bentuk dan media, yang mencatat jejak sejarah Kota Lhokseumawe.
“Arsip adalah memori kolektif bangsa yang harus dijaga dan disimpan dengan baik,” ujarnya saat meluncurkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di Aula Setdako Lhokseumawe, Kamis dikutip Jumat, 2 Agustus 2024.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia. Srikandi, kata Hanan, hadir sebagai solusi digital untuk mendukung transformasi pelayanan publik di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan arsip dan dokumen pemerintahan.
Peluncuran Srikandi, kata dia, menandai era baru dalam tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, cepat, dan akurat.
Hanan mengapresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pengembangan dan peluncuran aplikasi tersebut di Pemerintah Kota Lhokseumawe.
“Dengan hadirnya aplikasi Srikandi, kita berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Hanan juga berharap per 31 Sesember 2024 semua dinas dan instansi di Lhokseumawe telah menerapkan aplikasi tersebut.
“Semoga aplikasi ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya tertib arsip di seluruh jajaran pemerintahan Kota Lhokseumawe.”
Turut hadir saat peluncuran Srikandi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra; Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe Teuku Adnan, para staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Lhokseumawe, Ketua Lembaga Keistimewaan Aceh, narasumber, serta tamu undangan lainnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy