Aktivitas mengetik dalam waktu lama tidak hanya menyebabkan kelelahan otot, tetapi juga berpotensi memicu gangguan saraf serius. Kondisi ini kerap ditandai dengan kram pada tangan.
Dokter Manish Baldia, konsultan ahli bedah saraf fungsional di Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai Central, India, memperingatkan “kram penulis” akibat mengetik berjam-jam bisa menjadi gejala gangguan neurologis.
Baldia mengatakan penggunaan perangkat digital secara terus-menerus seperti mengetik, mengklik mouse, dan menggulir layar gawai, membuat tangan berada dalam posisi tegang dalam waktu lama dan dapat memicu gangguan pada sistem saraf.
“Ini sering disalahartikan sebagai ketegangan atau penggunaan tangan berlebihan, padahal sebenarnya bisa merupakan gangguan neurologis pada gerakan yang dikenal sebagai distonia fokal tugas spesifik,” ujar Baldia dilansir dari Hindustan Times, Senin, 2 Februari 2026.
Distonia, kata dia, merupakan gangguan gerak akibat impuls saraf tidak bekerja normal. Meskipun kekuatan tangan penderita tampak normal dan sehat, sinyal saraf yang keliru dapat menyebabkan kontraksi otot tak terkendali saat melakukan aktivitas berulang, seperti menulis, mengetik, atau menggunakan mouse komputer.
Baldia menyebutkan distonia kerap muncul setelah seseorang melakukan gerakan tangan yang sama secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Gejalanya meliputi kram spasmodik pada jari, kesulitan menggenggam, hingga jari menegang secara tiba-tiba saat memegang pena atau perangkat kerja.
Ia membagikan pengalamannya menangani seorang insinyur perangkat lunak berusia 28 tahun yang telah mengalami kondisi tersebut selama hampir delapan tahun. Meski kekuatan genggaman tangannya normal, pasien mengalami gangguan serius pada keterampilan motorik halus.
“Bahkan memegang pena atau menggunakan mouse dapat memicu pengencangan jari yang tidak terkendali,” ujarnya.
Menurut Baldia, penanganan sementara dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan, fisioterapi, dan suntikan toksin botulinum. Namun, karena efeknya tidak permanen, dalam kasus tertentu tindakan bedah saraf fungsional tingkat lanjut dapat menjadi opsi pengobatan.
Ia mengingatkan pentingnya pencegahan dengan menghindari aktivitas berulang dalam waktu lama dan rutin beristirahat. Posisi tangan, pergelangan, dan jari yang canggung dalam durasi panjang dinilai dapat memperparah kondisi tersebut jika tidak ditangani sejak dini.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy