Meulaboh – Pemkab Aceh Barat mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dalam kerangka penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Plt Sekda Aceh Barat Kurdi mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan mencakup lima sektor, yakni perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.
“Pada pembahasan kemarin kita mengusulkan sekitar lebih kurang hampir 800 miliar [rupiah] untuk kebutuhan penanganan tiga tahun di Aceh Barat baik nilai kerusakan maupun kerugian,” ujarnya saat rapat tindak lanjut penyusunan R3P di Bappeda Aceh Barat, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan Prades R3P Kabupaten Aceh Barat, dan Tim R3P telah berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh.
Baca juga: 42 Hari Pascabencana, Masih Ada Desa Terisolasi di Aceh Barat
Kurdi menambahkan, masih terdapat sejumlah catatan pada tiap sektor, terutama terkait validasi data penerima bantuan, baik nama maupun alamat. Untuk tahap awal, prioritas diberikan kepada warga dengan kategori rumah rusak ringan dan rusak sedang.
“Saat ini kita masih dalam tahap validasi. Dari 187 unit rumah yang diusulkan pada tahap pertama, kini menjadi 117 unit rumah yang telah diverifikasi oleh tim lapangan,” kata Kurdi dilansir dari Laman Pemkab Aceh Barat.
Ia juga menyebutkan, Tim R3P yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Aceh Barat melibatkan unsur OPD, camat, keuchik, perguruan tinggi, serta instansi vertikal.
“Tugas kita menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Barat untuk tiga tahun ke depan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy