Banjir Bandang dan Longsor di Aceh, Sejumlah Desa dan Dusun Hilang

Jubir Posko Tanggap Darurat Aceh Murthalamuddin
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. Foto: Fakhrurrazi/Line1.News

Banda Aceh – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan beberapa desa dan dusun dilaporkan hilang. Penduduk atau masyarakatnya terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tempat yang lebih aman.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh hingga 5 Januari 2026, yang disampaikan Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, tercatat desa dan dusun di sejumlah wilayah terdampak bencana hilang terseret arus banjir.

Dilihat Line1.News, diketahui Kabupaten Aceh Tamiang di Kecamatan Sekerak terdapat lima desa yang hilang, yakni Lubuk Sidup, Sekumur, Tj. Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang. Seluruh desa ini dilaporkan hilang terseret banjir bandang dan tanah longsor.

“Penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman atau rumah saudara. Pemerintah desa tidak bisa bekerja karena berada di pengungsian,” kata Murthalamuddin, Selasa, 6 Januari 2026.

Kemudian, Aceh Utara di Kecamatan Sawang, dusun yang hilang yakni di Desa Gunci, Riseh Teungoh, dan Riseh Baroh. Sedangkan desa yang lenyap di Kecamatan Langkahan, yaitu Desa Dudun Rayeuk Pungke.

Lihat: [Infografis] Desa dan Dusun yang Lenyap Akibat Banjir dan Longsor di Aceh

Selanjutnya, di Kabupaten Nagan Raya tepatnya di Kecamatan Kuta Teungoh, Desa Beutong Ateuh Benggalan sudah hilang terseret arus banjir. Sedangkan di Kecamatan Babah Suak, hanya beberapa rumah yang tersisa dengan kondisi rusak.

Kabupaten Aceh Tengah di Kecamatan Ketol terdapat Desa Bintang Pupara yang hanya tersisa beberapa rumah warga dalam kondisi rusak. Sedangkan di Kecamatan Bintang, Desa Kalasegi juga tersisa beberapa rumah akibat banjir tersebut.

Adapun di Kabupaten Gayo Lues, yakni Kecamatan Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung. Desa yang lenyap di antaranya, Kuning Kurnia, Tetinggi, Seneren, Remukut, Agusen, Pasir, Uyem Beriring, dan Pungke.

Aceh Tenggara tercatat 11 kecamatan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Desa Ketambe terdapat satu dusun lenyap terseret arus banjir/longsor.

Pidie Jaya di Kecamatan Meureudu tepatnya di Desa Blang Awe, satu dusun lenyap terseret arus banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy