Kampung Terang Engon di Silih Nara Masih Terisolasi akibat Terputusnya Jembatan

Bupati Aceh Tengah
Bupati Aceh Tengah menyerahkan bantuan uang pembersihan rumah bagi masyarakat terdampak di Terang Engon sebesar Rp500 ribu per rumah. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah.

Takengon – Kampung Terang Engon di Kecamatan Silih Nara hingga kini masih terisolasi karena jembatan yang menjadi satu-satunya akses menuju tersebut terputus akibat banjir dan longsor akhir November 2025. Kondisi ini menyebabkan aktivitas dan mobilisasi masyarakat sangat terbatas pascabencana.

Untuk menyeberangi sungai, warga menggunakan tali sling. Berdasarkan data sementara, empat rumah di Terang Engon rusak parah dan satu warga meninggal dunia. Saat ini, warga Terang Engon mengungsi di SD Negeri 18 Silih Nara.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyambangi lokasi tersebut pada Senin, 29 Desember 2025, bersama Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, para kepala SKPK, serta Brigjen Mohammad Syech Ismed selaku perwakilan BNPB. Untuk mencapai lokasi, rombongan harus melewati sungai dengan menggunakan tali sling, di tengah arus air yang deras dan bebatuan besar.

Dalam kunjungan tersebut, Haili menyerahkan bantuan sembako dan bantuan uang pembersihan rumah bagi masyarakat terdampak sebesar Rp500 ribu per rumah. Bantuan tersebut berasal dari Baitul Mal Aceh Tengah.

Selain bantuan logistik, Pemkab Aceh tengah juga menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan langsung di lokasi. Petugas Disdukcapil langsung mengganti KTP warga yang hilang akibat bencana. Sedangkan ijazah yang hilang akan diproses dan digantikan dengan bantuan Dinas Pendidikan, Cabang Dinas, dan Kementerian Agama. Begitu juga sertifikat tanah yang hilang atau rusak juga akan dibantu melalui Dinas Pertanahan.

Di sisi lain, Haili menegaskan aktivitas anak-anak tetap berjalan yakni bersekolah dan mengaji.

“Anak-anak harus tetap sekolah dan sore tetap mengaji. Kita tidak boleh berhenti hanya karena bencana,” ujarnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Tengah.

Hingga kini, kata Haili, masih ada 38 kampung yang terisolasi di Aceh Tengah dari jumlah sebelumnya 88 kampung.

“Alhamdulillah, progres pembukaan akses terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.”

Pemkab Aceh Tengah, kata dia, terus mengebut pemulihan dan pembukaan akses jalan, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal seperti sedia kala.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy