Aceh Utara – Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Teungku Keuramat Daerah Teungku Syik Di Cot Plieng Wilayah Samudera Pase membuka posko bantuan 24 jam dan “tanpa batas” untuk penyintas banjir Aceh Utara. Posko bantuan tersebut dibuka di Keude Simpang Peut, Kecamatan Simpang Keuramat.
Panglima Sagoe Teungku Di Keuramat, Mukhtaruddin, menyatakan aksi kemanusian tersebut untuk meringankan beban masyarakat korban banjir di Aceh Utara yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Jadi, kami KPA Simpang Keuramat dan masyarakat sedang mengumpulkan beberapa bahan [logistik] untuk dikirimkan ke pengungsian yang ada di beberapa titik Kabupaten Aceh Utara,” kata Mukhtaruddin, Rabu, 3 Desember 2025.
Mukhtaruddin menjelaskan pada malam kemarin pihaknya telah menembus daerah terisolir untuk menyalurkan bantuan masa panik, seperti Kecamatan Langkahan, Baktiya, dan Tanah Pasir.
Bantuan disalurkan berupa pakaian layak pakai, sayur-mayur, beras, air mineral, telur, mi instan, dan barang-barang yang berguna bagi korban. “Itu merupakan sumbangsih warga Simpang Keuramat untuk korban banjir,” ujarnya.
“Seperti sayur-mayur itu inisiatif dari masyarakat sendiri yang mengirimkannya. Tentunya yang diberikan ini adalah barang-barang yang berguna untuk korban banjir,” tambah Mukhtaruddin.

[Pengungsi korban banjir di Desa Rumoh Rayeuk Kecamatan Langkahan. Foto: Istimewa]
Harus Cepat Ditangani
Wakil Panglima Muda KPA Daerah II Teungku Chik Di Cot Pling Wilayah Samudera Pase, M. Dahlan Ishak, mengatakan di Kecamatan Simpang Keuramat sendiri terdapat 650 kepala keluarga yang terdampak banjir.
“Kita di sini juga memperoleh bantuan logistik untuk korban banjir di Simpang Keuramat dari Anggota DPRA, Saiful Bahri (Pon Yahya) yang diserahkan melalui KPA Simpang Keuramat,” kata Dahlan Ishak akrab disapa Maklan.
Maklan berharap Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Utara agar membantu lebih maksimal terhadap para korban banjir di Aceh Utara khususnya yang berada di titik pengungsian.
“Dikarenakan ini memang sangat parah. Apabila ditangani dengan lambat, ditakutkan nantinya mereka akan sakit, apalagi kondisi mereka sangat memprihatinkan,” ungkap Maklan.

[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy