Layanan Aspirasi Masyarakat untuk Komisi Percepatan Reformasi Polri bukan Lewat Gmail?

Komisi Percepatan Reformasi Polri
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie dan anggotanya. Foto: Antara

Jakarta – Komisi Percepatan Reformasi Polri membuka layanan untuk menyerap aspirasi masyarakat melalui surat elektronik atau email dan aplikasi perpesanan WhatsApp.

Pembukaan saluran komunikasi untuk menyerap aspirasi masyarakat itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Tim Percepatan Reformasi Polri terbuka terhadap masukan dari berbagai lapisan masyarakat.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menyebutkan melalui dua saluran komunikasi tersebut, komisi berharap mendapatkan banyak masukan dari masyarakat dalam rangka menyusun rekomendasi terkait reformasi Polri.

“Jadi selama satu bulan ini kami berharap mendapat masukan,” ujarnya dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu, 19 November 2025.

Baca juga: Eks Cawapres Mahfud MD Jadi Anggota Komisi Reformasi Polri, Diketuai Jimly

Jimmy menyebutkan, aspirasi warga bisa disalurkan melalui nomor WhatsApp 0813-1797-771. Jika menggunakan email melalui Google Mail alias Gmail yang beralamat di sekretariat.reformasikepolisian@gmail.com.

Namun, dikutip dari Laman Setneg, Sabtu, 22 November 2025, alamat email yang digunakan bukanlah Gmail–layanan email gratis yang dikembangkan Google–melainkan email yang berdomain setneg.go.id yakni setkomisireformasipolri@setneg.go.id.

Domain go.id sendiri digunakan khusus untuk lembaga pemerintahan di Indonesia. Alamat tersebut menunjukkan penerimaan aspirasi masyarakat dilakukan melalui kanal resmi pemerintah. Alamat email setkomisireformasipolri@setneg.go.id juga tertera di banner yang dipajang dalam salah satu artikel di situs Sekretariat Negara.

Komisi Percepatan Reformasi Polri sendiri memiliki sepuluh anggota dengan latar belakang mantan dan pejabat aktif pemerintah maupun petinggi kepolisian, yaitu: Jimly Asshiddiqie, Ahmad Dofiri, Mahfud MD, Yusril Ihza Mahendra, Supratman Andi Agtas, Otto Hasibuan, Listyo Sigit Prabowo, Tito Karnavian, Idham Azis, dan Badrodin Haiti.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy