Banda Aceh – Tiga nelayan Aceh yang dilaporkan hilang di perairan Aceh Besar dan Selat Malaka, akhirnya ditemukan setelah hanyut beberapa hari di laut. Ketiganya melaut dengan dua kapal ikan tradisional.
Mereka adalah Zakaria (35) dan M. Haikal (32), warga Gampong Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie. Kemudian, Irwandi (42), warga Gampong Lambada Lhok, Baitussalam, Aceh Besar.
Menurut Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, dua nelayan asal Pidie awalnya berangkat dari dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujong Pie pada Senin, 20 Oktober 2025, sekitar pukul 04.00 waktu Aceh, menggunakan kapal kayu bercat merah, putih dan biru.
“Mereka melaut di kawasan Selat Malaka dan dilaporkan hilang karena tidak kembali hingga malam hari,” ungkap Miftach, Jumat, 24 Oktober 2025.
Sedangkan nelayan asal Lambada Lhok, Irwandi pergi melaut pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekira pukul 06.00 waktu Aceh. Dia menuju perairan Ujong Bate dan Ujong Kareung, Aceh Besar untuk mencari gurita.
Saat berada di laut, kata Miftach, as mesin kapalnya patah sehingga dirinya hanyut selama dua hari ke arah Cot Geulungku, perairan Laweung, Pidie, sekitar 50 mil dari daratan.
“Jadi, nelayan Lambada Lhok ditemukan oleh nelayan Krueng Raya dalam keadaan selamat. Sedangkan dua nelayan asal Ujong Pie ditemukan oleh kapal nelayan Idi [Aceh Timur] setelah sempat hanyut hingga ke perairan Jeunieb [Bireuen],” jelasnya.
Miftah mengimbau para nelayan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melaut. Apalagi menjelang musim angin yang dapat berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy