BSya by BCA Syariah: Transaksi Nyaman dalam Genggaman

Aplikasi BSya by BCA Syariah
Aplikasi BSya by BCA Syariah. Foto: Line1.News

Telepon pintar Feri FS berdering pada Senin pagi, 20 September 2025, ketika ia menjamu dua tamunya, Andi dan Reza dari Takengon, di Kafe Kopi Kenangan, Lhokseumawe, Aceh.

“Sudah siap? Saya transfer saja, ya,” kata Feri kepada Yesi di ujung telepon.

Satu setengah jam sebelumnya, Feri memesan brownies cokelat kepada pembuat kue rumahan itu. Kini pesanannya sudah matang, tinggal diantar ke rumah.

Setelah menutup telepon, Feri—yang masih asyik mengobrol tentang kopi Arabika Gayo—menggulir jempolnya ke layar smartphone.

Di sebuah aplikasi berlatar biru dengan ikon kuning seperti wajah tersenyum, jempol Feri berhenti. Ia mengetuknya, memasukkan kode akses, lalu mengirim pembayaran melalui BSya, aplikasi mobile banking besutan BCA Syariah. Dalam sekejap, transaksi beres.

“Transfer lewat BSya cukup mudah, jaringannya lebih bagus,” ujar pria 40 tahun itu sembari menyeruput kopi susu black aren yang tersisa separuh cangkir.

“Sekarang memang serba mudah. Pembayaran dan pembelian bisa dengan mobile banking [aplikasi BSya],” ucap Andi yang sudah menuntaskan segelas americano.

Reza, penikmat espresso panas, ikut menimpali. “Beli pulsa prabayar—Telkomsel, XL, Axis, Indosat, Tri, Smartfren—juga bisa kan via BSya. Beli token listrik PLN pun gampang.”

Feri mengangguk sambil meletakkan gawainya di meja. “Iya, benar. [Transaksi] itu sudah rutin bagi saya, lebih mudah,” ujarnya.

Dia menjadi nasabah BCA Syariah sejak empat tahun lalu. Selain transfer, pengusaha muda ini kerap menggunakan fitur QRIS BSya. “Pengalaman saya waktu belanja di Medan dulu, transaksi dengan BSya sering dapat cashback.”

Di luar kafe, Line1.News bertemu Muhammad Ridwan—akrab disapa Wawan. Pria 30 tahun ini ikut merasakan kemudahan aplikasi BSya. “Saya pakai mobile banking BCA Syariah, karena sekarang zaman online, mau tak mau, kita membutuhkan itu,” ujar dosen plus pengusaha di Lhokseumawe ini pada Kamis sore, 25 September 2025.

Selain mengajar di kampus, Wawan membuka kelas privat bahasa Inggris secara daring. Setiap siswa membayar biaya kursus lewat rekening BCA Syariah miliknya. “Masuk uangnya realtime, ini sangat membantu,” ungkapnya.

Urusan pengeluaran pun tanpa kendala. Wawan bisa mengirim uang kapan saja. “Tidak ada gangguan, jadi nyaman. Teman-teman saya yang nasabah BCA Syariah juga bilang begitu—nyaman dengan transaksi [lewat BSya].”

Wawan berharap BCA Syariah terus mengembangkan fitur-fitur BSya sesuai kebutuhan nasabah. Dia juga berharap bank menambah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di beberapa lokasi di Lhokseumawe dan terus meningkatkan literasi keuangan syariah bagi masyarakat.

Menurut Muhammad Qhalid Alfandy, sarjana lulusan Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, literasi keuangan syariah bagi masyarakat Aceh kian penting. Sejak lahirnya Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), yang berlaku sejak 4 Januari 2019, semua bank di Serambi Mekkah wajib beroperasi dengan sistem syariah.

Pemuda 26 tahun itu memakai BSya untuk keperluan transfer saja. Suatu kali, Qhalid menghubungi teller karena bingung dengan fitur lain, termasuk fitur Emas iB.

“Saya tanya soal cara investasi emas dan produk-produk lainnya. Alhamdulillah direspons, meski sudah di luar jam kerja. Pelayanan maksimal seperti itu harus dipertahankan,” ucapnya.

Qhalid berharap BCA Syariah terus berkomitmen menjadi bank syariah yang selalu melayani masyarakat dengan tulus, cepat, dan sigap. Baginya, pelayanan menjadi kunci agar masyarakat percaya dan mau beralih ke layanan keuangan syariah.

Corporate Secretary BCA Syariah Muhammad Fikri Hudaya menyebut kehadiran BSya selaras dengan misi perbankan tersebut untuk “menemani langkah penuh berkah”, yaitu menjadi teman dalam perjalanan keuangan nasabah sejak langkah pertama mereka.

“Aplikasi BSya ini dapat dimanfaatkan untuk membuka rekening secara online, serta melakukan berbagai transaksi keuangan nasabah dari mana pun lokasi nasabah,” ujar Fikri, dikonfirmasi Line1.News, Jumat, 26 September 2025.

Saat ini, BCA Syariah fokus pada pengembangan BSya agar mampu menjangkau lebih banyak nasabah. Selain pembukaan rekening secara online, fiturnya mencakup e-Deposito, transfer ke virtual account BCA, pembelian dan pembayaran, Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf), kurban, setoran haji, top up e-Wallet, hingga pembiayaan Emas iB.

Nasabah yang ingin melakukan pembayaran Ziswaf, setoran haji, dan kurban bisa memilih fitur islami di BSya. “Saat ini kami berkolaborasi dengan sejumlah lembaga penyalur Ziswaf, antara lain Badan Amil Zakat Nasional dan LazisMu,” ujar Fikri.

Fitur Pembiayaan Emas iB di BSya, sebut Fikri, memberikan sejumlah kemudahan bagi nasabah. “Antara lain nasabah dapat mengajukan pembiayaan secara online, pilihan pembiayaan yang terjangkau mulai dari lima gram, dengan uang muka minimal 10 persen, tenor pembiayaan hingga maksimal lima tahun, dan minimum usia 21 tahun,” paparnya.

Fikri juga menanggapi pengalaman Qhalid yang dilayani di luar jam kerja. “Kebutuhan nasabah bisa datang kapan saja. Karena itu kami mengembangkan layanan digital yang dapat diakses setiap saat oleh nasabah. Kami juga memastikan work-life balance bagi karyawan agar motivasi mereka terus terjaga dan mampu memberikan layanan optimal,” ujarnya.

Terkait penambahan mesin ATM seperti disampaikan Wawan, Fikri mengatakan kemudahan dan kenyamanan akses produk dan layanan keuangan syariah selalu menjadi perhatian utama BCA Syariah. “Kami juga bersinergi dengan BCA sehingga nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi keuangan melalui ATM BCA di Lhokseumawe,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fikri menambahkan, BCA Syariah berkomitmen memperluas literasi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di industri keuangan syariah.

“Agar lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat semakin banyak yang merasakan manfaat layanan perbankan syariah,” ujarnya.

BCA Syariah hadir di Aceh sejak 2020 setelah Qanun LKS lahir. Kantor cabangnya kini ada di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Bireuen. Perusahaan masih melakukan kajian untuk menambah kantor cabang baru di Aceh.

“Kami ingin semakin dekat dengan nasabah dan terus memperkuat peran dalam memberikan layanan keuangan inklusif, modern, dan sesuai prinsip syariah.”

Dari kafe hingga ruang kelas privat, dari pembelian kue rumahan sampai setoran haji, BSya mengalir dalam keseharian. Di genggaman, perbankan syariah menemukan ruang barunya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy