Ratusan Mahasiswa Demonstrasi di DPRK Lhokseumawe, Minta Kapolri Dicopot

Mahasiswa berdemo di depan DPRK Lhokseumawe
Mahasiswa berdemo di depan DPRK Lhokseumawe. Foto: Istimewa

Lhokseumawe – Ratusan mahasiswa Universitas Malikussaleh, UIN Sultanah Nahrasiyah, Politeknik Negeri Lhokseumawe, UNIKI, dan perwakilan masyarakat tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pase menggelar demonstrasi di depan gedung DPRK Lhokseumawe, Senin siang, 1 September 2025.

Informasi diperoleh Line1.News, unjuk rasa mahasiswa itu dikawal ratusan personel kepolisian dan TNI. Sebagian pengunjuk rasa duduk bersila di badan jalan lantaran pintu gerbang kantor DPRK ditutup oleh aparat.

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, Ketua DPRK Faisal, Wakil Ketua I DPRK Sudirman Amin, Wakil Ketua II DPRK Zulya Zaini dan sejumlah anggota dewan menjumpai para demonstran untuk mendengarkan tuntutan. Sayuti dan Faisal kemudian menandatangani petisi berisi tuntutan yang diajukan para demonstran.

Para mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan dalam unjuk rasa tersebut. Mereka mendesak reformasi Polri dan pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Mahasiswa juga menolak Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana (KUHP), penambahan lima batalion di Aceh, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Lhokseumawe, dan tunjangan anggota DPR RI.

Wali Kota Sayuti dan Ketua DPRK Faisal menunjukkan tuntutan mahasiswa yang telah mereka teken
Wali Kota Sayuti dan Ketua DPRK Faisal menunjukkan tuntutan mahasiswa yang telah mereka teken. Foto: Istimewa

Selain itu, mahasiswa mengecam kriminalisasi terhadap pers, menolak pembuatan sejarah ulang Indonesia, dan meminta Menteri Kebudayaan Fadli Zon dicopot. Terakhir, mahasiswa mendesak Pemerintah Aceh segera membayar bonus para atlet.

Unjuk rasa mahasiswa itu berlangsung tertib hingga mereka membubarkan diri sekitar poukul 13.00 waktu Aceh.

Beberapa jam sebelum unjuk rasa itu, polisi telah menutup Jalan Merdeka depan gedung DPRK dari Simpang Tugu Bank Aceh hingga Simpang Empat Kota Lhokseumawe.

Mulanya, ratusan mahasiswa berkumpul di halaman Masjid Islamic Center dan Museum Kota Lhokseumawe di Jalan T. Hamzah Bendahara.

Dari lokasi itu, sekitar pukul 11.30 waktu Aceh, para mahasiswa bergerak ke gedung DPRK Lhokseumawe dengan pengawalan polisi.

Adapun aparat keamanan tampak berjaga-jaga di sejumlah titik Jalan Merdeka kawasan pusat kota hingga gedung DPRK Lhokseumawe sejak Senin pagi.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy