Menikmati Sunyi dalam Eksotisme Waduk Jeulikat

Waduk Jeulikat. Foto: dokumentasi gampongjeulikat.com
Waduk Jeulikat. Foto: dokumentasi gampongjeulikat.com

Lhokseumawe – Suasana asri yang meneduhkan mata. Tiupan angin semilir yang mampu mendatangkan kantuk. Ditambah bunyi gesekan dedaunan yang berirama seperti orkestra tanpa dirigen, menjadi semacam “ritual penyambutan” kala memasuki Waduk Jeulikat.

Inilah destinasi wisata yang juga menjadi tempat santai warga Kota Lhokseumawe dan sekitarnya. Sesuai namanya, waduk ini berada di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, di ujung Kota Lhokseumawe. Sisi selatan waduk ini bahkan berdekatan dengan Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Di Waduk Jeulikat, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam berupa genangan air waduk yang terhampar di kaki bukit. Di tengah waduk, menggantung jembatan merah yang menghubungkan kedua sisi.

Bangunan Rumoh Aceh dekat Waduk Jeulikat. Foto: Silvia Wati
Bangunan Rumoh Aceh dekat Waduk Jeulikat. Foto: Silvia Wati

Di pinggiran waduk, ada replika perahu dari semen. Cocok dilampiaskan sebagai objek ber-selfie ria. Di situ juga ada perahu-perahu dayung dari plastik yang memuat tiga empat orang. Pengunjung yang ingin mengelilingi waduk bisa menyewa perahu-perahu itu untuk melarung hamparan air.

Bosan berswafoto di pinggiran waduk, tinggal pindah ke bangunan-bangunan yang ada di sana. Semua objek bangunan itu cocok sebagai latar foto.

Kalau perut sudah kriuk-kriuk minta makan dan tenggorokan mulai kering, tenang saja. Di sini ada kedai yang menjual beragam makanan. Mulai popmi hingga kopi. Minuman kaleng juga ada, tinggal pesan sesuai selera. Di dekat kedai itu juga banyak merpati yang asyik beterbangan. Sesekali kawanan merpati ini akan “menyapa” pengunjung yang sedang makan.

Ada yang menyebutkan, Waduk Jeulikat terbentuk secara alami puluhan tahun lalu. Pemerintah kota kemudian mendandaninya agar lebih molek dan menambahkan beberapa fasilitas tambahan. Ada taman bermain untuk anak-anak, hingga bangunan rumah tradisional Aceh atau Rumoh Aceh. Di pinggiran waduk juga disediakan pondok-pondok untuk pengunjung bersantai.

Saban hari, ada saja pengunjung yang datang ke Waduk Jeulikat, walaupun tak seramai akhir pekan. Akses ke Waduk Jeulikat terbilang mudah karena hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Dari kota, tinggal melewati Jalan Cunda dan tembus ke Cot Sabong. Kalau dari luar kota, bisa melalui Simpang Buloh atau Simpang Kandang.

Atau, jika dari arah Lhoksukon atau timur Lhokseumawe, di persimpangan Buket Rata berbeloklah ke kiri, masuk ke Jalan Elak. Sekitar lima kilometer kemudian akan ketemu Markas Komando Brimob Jeulikat. Lewat sedikit dari markas terdapat jalan. Telusuri jalan itu untuk sampai ke Waduk Jeulikat.

Bagi mereka yang mencintai kesunyian dan ketenangan, daya tarik waduk ini memang tak terbantahkan. Bahkan, ini destinasi wajib bagi pengunjung yang hobi fotografi. Tak percaya? Datang saja ke sana.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy