Detik-detik Pembebasan 110 Warga Palestina dari Penjara Israel

pembebasan tahanan palestina (9)
Dua bus berisi 110 warga Palestina keluar dari Penjara Ofer di Tepi Barat. Foto: Tangkapan Layar YouTube The Times

Gaza – Israel membebaskan 110 warga Palestina termasuk 30 anak-anak, sebagai bentuk pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok pejuang Hamas, Kamis, 30 Januari 2025.

Mereka dibebaskan sebagai penukaran dengan tiga tawanan Israel dan lima tawanan Thailand yang dibebaskan Hamas.

Laporan langsung di kanal YouTube The Times memperlihatkan dua bus putih berkaca gelap berlogo palang merah meninggalkan Penjara Ofer milik Israel di Beitunia, Tepi Barat, pada Kamis sore sekira pukul 17.00 waktu setempat, atau Kamis malam waktu Aceh.

Bus pertama berangkat lebih awal. Sedangkan bus kedua menyusul beberapa belas menit kemudian. Di depan kedua bus itu tampak mobil palang merah.

Di sebuah titik dekat pintu masuk Ramallah, bus berhenti. Terlihat warga Palestina yang berkumpul menyambut para tahanan, melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang membalasnya dengan tembakan dan gas air mata.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 14 warga Palestina terluka oleh tembakan Israel, sebagian menggunakan peluru tajam dan peluru karet, yang lainnya akibat menghirup gas.

pembebasan tahanan palestina (10)
Bus berisi warga Palestina saat mendekati Ramallah. Foto: Tangkapan Layar YouTube The Times

Bus kemudian melanjutkan perjalanan. Setelah memasuki wilayah Ramallah, warga tampak beramai-ramainya menyambut kedatangan kedua bus tersebut. Mereka ikut berkonvoi di belakangnya dengan kendaraan dan berjalan kaki.

Reuters melaporkan, para wanita dengan pakaian adat Palestina bersorak gembira saat bus-bus yang membawa tahanan di Ramallah di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Sementara para pria meneriakkan “kami korbankan jiwa dan darah kami untukmu.”

Salah satu tokoh terkemuka yang ikut dibebaskan adalah Zakaria Zubaidi, salah satu pemimpin Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap bersenjata kelompok Fatah, saingan Hamas.

Ia melarikan diri dari penjara pada 2021 bersama tiga orang lainnya, tetapi kemudian tertangkap.
Zubaidi dikenal sebagai orang kuat di kota Jenin, Tepi Barat, pusat perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel dan lokasi serangan tentara Israel yang kerap terjadi, termasuk operasi besar sepekan lalu.

Sebelumnya, Kantor Informasi Tahanan Palestina mengatakan pembebasan 110 tahanan dijadwalkan pada Rabu, 29 Januari 2025.

Namun, Israel menginstruksikan bus yang membawa 110 tahanan Palestina itu kembali ke penjara, kata seorang pejabat yang terlibat dalam operasi tersebut.

pembebasan tahanan palestina (3)
Bus berisi warga Palestina di pintu masuk Ramallah. Foto: Tangkapan Layar YouTube The Times

Saluran 12 Israel melaporkan, keputusan itu dibuat ‘sebagai protes’ terhadap pemandangan di luar rumah Yahya Sinwar, tempat tawanan Israel dan Thailand dipertukarkan dengan warga Palestina. Di sana, digelar upacara penyambutan tahanan Palestina.

Selain itu, Israel mengatakan ratusan warga Palestina itu tidak akan dibebaskan sampai Israel menerima jaminan bahwa tawanan Israel yang tersisa akan dibebaskan dengan aman dalam pertukaran di masa mendatang.

pembebasan tahanan palestina (7)
Warga Palestina menyambut bus tahanan yang dibebaskan. Foto: Tangkapan Layar YouTube The Times

Hamas Bebaskan Sandera Israel dan Thailand

Kelompok pejuang Palestina Hamas membebaskan seorang tentara wanita Israel, dua warga Israel dan lima sandera asal Thailand di Gaza pada hari yang sama.

Tahanan yang dibebaskan kemudian diserahkan kepada perwakilan Komite Palang Merah Internasional di daerah Al-Razan di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Salah satunya,
Agam Berger, 20 tahun.

Berger termasuk di antara lima tentara perempuan Israel yang ditawan dalam serangan 7 Oktober. Empat lainnya dibebaskan pada Sabtu lalu. Dua warga Israel lainnya yang dibebaskan pada Kamis adalah Arbel Yehoud, 29 tahun, dan Gadi Moses, seorang pria berusia 80 tahun.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy