Khutbah Jumat: Rajab Bulan Menanam Amal

Ilustrasi membaca Al-Qur'an. Foto: unsplash.com/@rachidnl
Ilustrasi membaca Al-Qur'an. Foto: unsplash.com/@rachidnl

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam syariat Islam. Bulan ini menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai kesalehan seorang mukmin. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang mukmin menjalani bulan Rajab dengan penuh ketaatan dan amal saleh.

Nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan Rajab sering mengucapkan doa:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya, “Ya Allah berikan kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban juga sampaikan kami pada bulan Ramadhan,” (HR Ath-Thabrani dalam kitab Ad-Du’a).

Semoga kita semua selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT dengan istiqamah membaca doa ini.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Begitu mulianya bulan Rajab untuk memperbanyak amal saleh, bahkan salah satu ulama terkemuka pada zamannya, Syekh Dzunnun Al-Mishri, mengatakan sebagaimana yang dinukil oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah jilid 1 halaman 326: “Dan berkata Syekh Dzunnun Al-Mishri radhiyallahu ‘anhu, ‘Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen. Setiap orang akan memanen apa yang telah dia tanam dan akan dibalas sesuai dengan apa yang telah dia perbuat. Barangsiapa yang menyia-nyiakan waktu menanam, dia akan menyesal pada hari pemanenannya, dan harapannya akan sia-sia dengan akibat yang buruk’.”

Dari keterangan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Rajab merupakan bulan yang menjadi tolak ukur kesalehan seorang hamba. Rajab dipandang oleh para ulama sebagai bulan untuk menanam amal kebaikan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak mau menanam amal kebaikan, maka jangan harap ia dapat memanen buah berupa rahmat Allah dan ganjaran-Nya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Bulan Rajab merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ini adalah waktu yang baik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.

Dalam kitab yang sama, Al-Ghunyah jilid 1 halaman 326 karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, beliau mengatakan: “Rajab adalah bulan tobat, Sya’ban adalah bulan kasih sayang, dan Ramadhan adalah bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah.”

Maknanya, Rajab merupakan bulan membersihkan diri dari segala kotoran maksiat guna mempersiapkan diri menyambut cinta di bulan Sya’ban, yang merupakan bulan kasih sayang. Hingga nanti, di bulan Ramadan, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan bekal kepantasan sebagai seorang hamba.

Tobat itu ibarat pondasi utama untuk amal-amal lainnya. Bahkan, sebagian ulama mengatakan, “Ibadah tanpa didahului tobat bagaikan membangun rumah di atas tanah lumpur.” Artinya, bangunan itu mudah sekali roboh.

Begitu juga dengan ibadah tanpa tobat, akan mudah roboh dan sulit diterima, karena tobat adalah proses pemantasan diri seorang hamba agar ibadahnya benar-benar diterima oleh Allah SWT.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Selain tobat, di bulan Rajab kita juga sangat dianjurkan untuk berpuasa. Bahkan, dikatakan bahwa puasa sunnah satu hari di bulan Rajab setara dengan pahala puasa sunnah tiga puluh hari.

Puasa memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan dengan amal ibadah lainnya, karena dalam puasa terkandung hikmah yang agung yang dapat mengokohkan kesalehan seorang mukmin.

Hal ini juga dijelaskan dalam kitab I’anatuth Thalibin jilid 2 halaman 299: “Puasa adalah salah satu cara yang paling efektif dalam melatih jiwa, mematahkan nafsu, menerangi hati, mendidik anggota tubuh, serta memperbaiki dan menguatkannya untuk beribadah. Dalam puasa terdapat pahala yang sangat besar dan balasan yang mulia, yang tidak ada akhirnya.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Semoga dengan mengisi bulan Rajab dan bulan-bulan lainnya dengan memperbanyak tobat dan puasa, kita dapat menguatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, sehingga kita layak mendapatkan rahmat-Nya. Aamiin, ya rabbal alamin.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy