Jakarta – Dua warga asal Aceh ditembak di rest area kilometer 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis dini hari, 2 Januari 2025.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian itu bermula ketika beberapa mobil saling berkejaran dan berhenti di depan toko swalayan Indomaret di rest area tersebut sekira pukul 04.30 WIB.
Dari salah satu mobil minibus hitam, terduga pelaku menembakkan lima kali peluru yang mengenai dua orang korban.
Saksi lain menyatakan kejadian itu bermula dari dugaan penyalahgunaan mobil rental. Pelaku diduga menggunakan GPS untuk memutuskan jejak kendaraan dan ditemukan keberadaannya di Pandeglang. Setelah melacak dan mengejar, saksi menemukan mobil oranye milik keluarganya di rest area tersebut.
Selanjutnya pelaku tiba-tiba menembak secara brutal dan melukai dua korban.
Dari hasil olah TKP, penyidik Polresta Tangerang menemukan barang bukti berupa lima butir selongsong peluru kaliber 9 milimeter merek Luger dan satu unit mobil Brio warna oranye.
Namun, penyidik masih terus mendalami motif penembakan, yang diduga terkait dengan bisnis mobil rental, mengingat salah satu korban adalah pengusaha rental mobil.
Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan itu. TIM merupakan organisasi induk paguyuban masyarakat Aceh di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
“Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa warga Aceh, satunya lagi sedang kritis, dirawat di RSCM, dan sedang kami jaga. Kami meminta pihak berwajib segera menangkap pelaku, mengusut tuntas kasusnya, dan pelakunya harus divonis berat,” ujar Ketua Umum TIM Muslim Armas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis dikutip Jumat, 3 Januari 2025, dari Antara.
Muslim telah menjenguk salah satu korban, RM (60 tahun), yang kini dirawat di RSCM, Jakarta Pusat. Kondisinya kritis karena luka tembak di punggung kanan tembus tangan kirinya.
Sedangkan korban lainnya IS (48 tahun), meninggal dunia setelah tertembak di bagian dada dan lengan kirinya.
Menurut Muslim, kedua korban merupakan bagian dari keluarga besar TIM. Kedua korban, lanjutnya, ditembak saat mempertahankan mobil rental milik IS yang dibawa kabur pelaku.
Muslim pun meminta polisi mengusut kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku yang menembak korban.
“Aparat harus mengusut kepemilikan senjata api yang digunakan oleh pelaku, jika memang ada sindikatnya, itu harus ditumpas agar tidak terjadi lagi kejahatan serupa menimpa anak bangsa lainnya,” ujarnya.
TIM, lanjut Muslim, akan mengawal kasus penembakan dua warga Aceh itu sampai tuntas dan siap memberi pendampingan hukum.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy