Jantho – Skuad belia Persatuan Sepakbola Aceh Besar atau PSAB U-17 gagal melaju ke babak perempat final Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, setelah kalah adu penalti dari Duta United Banten pada Sabtu pagi, 14 Desember 2024.
Di laga yang digelar di Solo, Jawa Tengah, itu awalnya PSAB muda unggul lebih dulu satu gol hingga menit ke-90. Namun, nasib apes menimpa pasukan belia dari Bumoe Seulawah Agam itu ketika Duta United membalas di injury time.
Hasil seri 1-1 membuat laga dilanjutkan ke adu penalti. Skor akhir (6)1-1(5) mengandaskan impian anak-anak asuh Mukhlis Nakata dan Dedek Efendi menatap babak selanjutnya. Mereka harus mengakui keunggulan anak-anak Banten.
Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 2024 dihelat sejak 7 hingga 20 Desember 2024 di Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu, juga digelar Putaran Nasional Piala Soeratin U-15 di Yogyakarta.
PSAB U-17 menjadi satu-satunya tim yang mewakili Aceh di level usia tersebut pada putaran nasional. Sedangkan di level U-15 ada Tamiang United, yang melaju ke perempat final usai menundukkan Penajam Utama tiga gol tanpa balas.
“Terlepas dari hasil akhir yang diraih, namun perjuangan maksimal anak-anak PSAB patut diacungi jempol. Mereka bertarung hingga batas kemampuan, walau takdir berkata lain,” ujar Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, Minggu dikutip Senin, 16 Desember 2024, dari laman resmi Pemerintah Aceh Besar.
Menurut Iswanto, dari sejumlah laga yang dilakoni PSAB U-17 sejak seleksi mewakili Aceh, M Thafit Izwan cs selalu tampil dengan performa meyakinkan.
Padahal, kata Iswanto, saat itu kondisi keuangan tim sangat terbatas. Namun berkat motivasi dan semangat bertanding yang kuat, kata dia, PSAB muda sukses melaju ke babak nasional usai mengandaskan Kuala Nanggroe U-17 dalam laga pamungkas di Aceh.
“Ini perjuangan yang patut diacungi jempol, karena dalam kondisi keuangan tim yang nyaris morat-marit, mereka tetap all out hingga lolos ke level nasional di Solo. Semua itu karena spirit dan motivasi yang luar biasa.”
Di Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, PSAB bergabung di grup A bersama DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan Jambi. Saat melawan Jakarta, anak-anak Aceh Besar takluk 3-2 melalui gol yang juga tercetak saat injury time.
Namun, skuad muda PSAB melangkah ke babak 16 besar atau babak knock out dengan posisi runner up grup A di bawah Jakarta. Pasukan asuhan Al Yunirun ‘Wahyu’ itu kemudian menjajal Duta United Banten di babak knock out.
Iswanto tetap mengapresiasi PSAB belia itu karena telah berjuang maksimal. “Ini hanya keberhasilan tertunda, kita akan datang dengan kondisi lebih baik di tahun selanjutnya. Terima kasih untuk perjuangan luar biasa seluruh personel tim dan pelatih serta manajer,” ujarnya.
Dia berharap nasib PSAB di bawah Pemerintah Aceh Besar definitif nantinya bisa lebih baik. Dibutuhkan perhatian agar PSAB mampu menorehkan prestasi di masa mendatang.
Buktinya, akibat ketiadaan dana, PSAB U-17 berangkat ke Solo mengandalkan dana bantuan beberapa lembaga dan personal yang difasilitasi Iswanto dan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti. Selain itu ada donasi dari masyarakat melalui grup-grup WhastApp untuk menalangi keberangkatan PSAB ke Solo.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy