Kebahagiaan Hasyimullah Pengungsi Rohingya di Pidie Terima Bantuan dari NU

bantuan rohingya pidie
Pengungsi Rohingya di Kamp Mina Raya Pidie menerima bantuan dari NU. Foto: Republika.co.id

Sigli – NU Care-LAZISNU bersama UNHCR Indonesia menyalurkan bantuan secara langsung kepada para pengungsi Rohingya di Kamp Mina Raya Pidie pada Rabu, 11 Desember 2024.

Hasyimullah, 40 tahun, salah seorang pengungsi Rohingya merasa bahagia mendapatkan bantuan itu. Mewakili pengungsi Rohingya lainnya, dia pun mengucapkan terima kasih atas bahan makanan yang selama sebulan dibantu oleh NU Care-LAZISNU.

“Warga pengungsi di sini sangat berterima kasih atas bantuan bahan makanan yang setiap hari (satu bulan) di-support oleh Nahdlatul Ulama. Sekali lagi terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan bantuan yang diberikan,” ucap Hasyimullah dalam bahasa Indonesia yang baik.

Hasyimullah merupakan salah satu dari 170 orang pengungsi Rohingya yang sudah mahir berbahasa Indonesia. Ia termasuk dalam pengungsi gelombang pertama yang berlayar dari kamp di Cox’s Bazar Bangladesh pada akhir 2022.

Melansir Kompas.id, ada ratusan pengungsi Rohingya yang berlayar dengan kapal kayu selama 1,5 bulan hingga mendarat di pantai kawasan Aceh Besar. Dari situ, para pengungsi termasuk Hasyimullah dibawa ke kamp Mina Raya, Padang Tiji.

Kamp Mina Raya merupakan bekas bangunan Yayasan Mina Raya, yang fokus mengurus korban tsunami Aceh 2004. Lama tidak terpakai, tempat itu dijadikan tempat penampungan pengungsi Rohingya.

Baca Juga: Diselamatkan Nelayan, 116 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Timur

Sudah dua tahun Hasyimullah bersama keluarganya berada di Kamp Mina Raya. Saat ini, ia kebagian tugas sebagai kepala dapur umum bersama ibu-ibu dari warga lokal yang setiap hari membantu menyediakan makanan untuk para pengungsi.

Pengurus LAZISNU PBNU Riri Khariroh menyebutkan bantuan yang didistribusikan berupa kebutuhan dasar seperti bahan makanan untuk 170 jiwa pengungsi Rohingya di Kamp Mina Raya.

“Sementara ini kami memberikan bantuan berupa bahan makanan, minuman, basic need selama satu bulan bagi para pengungsi di sini. Ada 170 pengungsi di kamp atau tempat pengungsian sementara di Pidie ini, yang kami harap kebutuhan sehari-harinya bisa terpenuhi,” jelas Riri usai penyaluran bantuan dilansir dari Republika.co.id.

Tujuan utama penyaluran bantuan bagi pengungsi Rohingya, kata dia, untuk membantu para pengungsi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: MER-C Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya di Tapaktuan dan Lhokseumawe

“NU Care-LAZISNU sebagai lembaga filantropi Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama memiliki fokus terhadap isu-isu kemanusiaan. Dan PBNU sendiri memiliki komitmen yang sangat jelas bahwa pengungsi Rohingya ini harus dibantu,” ujarnya.

Usai kunjungan ke Kamp Mina Raya, Tim NU Care-LAZISNU dan UNHCR Indonesia melanjutkan perjalanan, melihat dan menyapa pengungsi Rohingya di Kamp Kulee. Kamp ini berada di di tepi pantai Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie.

Ketua NU Care-LAZISNU Aceh, Tengku Akmal Abzal yang turut serta dalam kegiatan, berharap UNHCR dapat intens berkomunikasi dengan stakeholder setempat agar pengungsi Rohingya di Pidie mendapat perhatian maksimal.

“Agar kondisi pengungsi terus mendapat dukungan dan perhatian yang maksimal, agar masyarakat memahami di mana posisi UNHCR dan di mana stakeholder setempat terkait pengungsi Rohingya ini.”

Sementara itu, Staf UNHCR Indonesia Unit Filantropi Islam, Muhammad Thoriq Helmi menyampaikan kemitraan dengan NU Care-LAZISNU sangat strategis.

“Kami ucapkan terima kasih kepada NU Care-LAZISNU. Bantuan dari NU Care-LAZISNU ini sangat-sangat bermanfaat dan dibutuhkan dalam konteks keberlanjutan program bagi pengungsi Rohingya, di antaranya meningkatkan pembelajaran bagi anak-anak, pemberdayaan ibu-ibu Rohingya, yang itu semua tentu melibatkan masyarakat lokal.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy