Lhokseumawe – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe Abdul Ghani menyebutkan dari pemetaan yang mereka lakukan ditemukan 49 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori rawan. TPS itu tersebar di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe.
Di Kecamatan Banda Sakti, kata Abdul Ghani, ada 13 TPS berkategori rawan berdasarkan riwayat kekerasan saat penyelenggaraan Pemilu Februari 2024 lalu. Riwayat dimaksud seperti intimidasi terhadap penyelenggara, berdekatan dengan posko tim pemenangan, hingga pernah terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS tersebut.
Sementara di Kecamatan Muara Dua terdapat 5 TPS rawan dengan indikator terkendala jaringan internet. Selanjutnya di Kecamatan Muara Satu ada 29 TPS rawan dengan indikator riwayat kekerasan, sulit dijangkau, rawan bencana hingga berdekatan dengan posko tim pemenangan.
Adapun di Kecamatan Blang Mangat, sebut Abdul Ghani, hanya terdapat 2 TPS dengan indikator rawan bencana dan berdekatan dengan posko tim pemenangan. Namun, kata dia, seluruh wilayah di daerah tersebut berpotensi rawan bencana terutama banjir, mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.
Pemetaan Panwaslih Lhokseumawe itu dilakukan untuk memudahkan pengawasan oleh pengawas hingga ke tingkat TPS pada hari pencoblosan. “Data ini bisa saja berubah karena bisa saja ke depan ada data baru, kita terus memantau kondisi kerawanan ini sampai dengan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pilkada 2024,” ujarnya.

Dari seluruh indikator kerawanan tersebut, yang paling diantisipasi Panwaslih Kota Lhokseumawe, yakni potensi terjadinya intimidasi dan kekerasan, karena hal itu mengarah pada tindak pidana.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang maupun saat pemungutan suara, Panwaslih Lhokseumawe terus berkoordinasi dengan penyelenggara teknis, mulai dari tingkat kota hingga desa.
Panwaslih juga akan menyurvei titik lokasi penempatan TPS, yang mungkin saja dapat dipindahkan jika terjadi bencana alam seperti banjir. “Selanjutnya koordinasi dengan pihak keamanan untuk mencegah hal-hal yang rawan terutama intimidasi dan kekerasan,” tambah Abdul Ghani.
Baca Juga: Panwaslih Aceh: Banyak Paslon Kumpulkan KTP Warga, Janjikan Sesuatu
Panwaslih juga meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) melakukan patroli pengawasan, terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menghambat potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan membuka posko pengaduan di kantor Panwascam.
“Kita terus mengimbau kepada pengawas hingga ke tingkat TPS melalui media grup, serta berkomunikasi langsung agar situasi pilkada 2024 tetap stabil, dan dengan pihak keamanan terus berkoordinasi menjelang hari pemungutan suara 27 November 2024.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy