Idi – Sebanyak 19 penyintas Rohingya kabur dari kamp penampungan sementara di Lapangan Desa Seunebok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, pada Senin dini hari, 4 November 2024.
“Mereka yang kabur adalah imigran Rohingya yang sebelumnya ditemukan mendarat di pesisir pantai Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur,” ujar Kepala Bidang Politik Pemerintahan dan Keamanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Timur Syamsul Bahri, dilansir dari Antara, Selasa, 5 November 2024.
Dari 19 orang tersebut, kata Syamsul, 12 di antaranya perempuan dan tujuh laki-laki. Hingga kini, belasan pengungsi Rohingya tersebut masih dicari.
Baca Juga: 6 Penyintas Rohingya di Labuhan Haji Dievakuasi ke RSUD Yuliddin Away
“Dengan kaburnya 19 orang tersebut, maka saat ini tersisa hanya 72 dari 91 imigran etnis Rohingya yang mendarat di pesisir pantai Desa Meunasah Hasan, berada di penampungan sementara di lapangan bola kaki Desa Seunebok Rawang,” ujar Syamsul.
Di penampungan sementara itu, tambah dia, juga terdapat 28 pengungsi Rohingya yang sebelumnya mendarat di Kuala Parek, Aceh Timur.
“Imigran etnis Rohingya di penampungan tersebut dijaga dan ditangani langsung UNHCR, lembaga internasional yang mengurusi pengungsi lintas negara,” kata Syamsul Bahri.
Baca Juga: 6 Perempuan Penyintas Rohingya Meninggal Dunia di Laut Madat Aceh Timur
Sebelumnya, sebanyak 91 imigran etnis Rohingya ditemukan mendarat di pesisir pantai Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, pada Kamis, 31 Oktober 2024, sekira pukul 04.00 waktu Aceh.
Puluhan imigran etnis Rohingya tersebut diturunkan dari perahu sekitar satu mil dari bibir pantai. Selanjutnya, mereka berenang ke pantai Desa Meunasah Hasan. Tragisnya, enam perempuan penyintas Rohingya meninggal dunia diduga karena tidak bisa berenang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy