Video Akun TikTok Puskesmas Diduga Mengolok Instruksi Bupati: Al-Farlaky: Saya Kecewa!

Bupati Aceh Timur
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sidak ke Puskesmas Julok meminta klarifikasi konten TikTok yang dinilai mengolok-olok kebijakannya. Foto: Humas Pemkab Aceh Timur

Idi – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengaku kecewa dengan video diunggah akun TikTok Puskesmas Julok @uptd_puskesmas_julok yang diduga mengolok-olok instruksinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

“Saya kecewa dengan konten seperti itu. Video itu tidak mencerminkan semangat pelayanan yang sedang kita dorong. Pemerintah sedang serius memperbaiki sektor kesehatan, jadi jangan sampai ada kesan seolah-olah perintah saya hanya bahan lelucon,” ujar Al-Farlaky dikutip dari Laman Pemkab Aceh Timur, Jumat, 10 Oktober 2025.

Pantauan Line1.News, video dimaksud merekam dua pegawai perempuan—salah satunya seolah berperan sebagai pasien—memberikan salam hormat dengan mengatupkan kedua tangan di dada. Namun salam tersebut berlanjut hingga keduanya dalam posisi setengah jongkok.

Menurut Al-Farlaky, konten video itu terkesan mengolok-olok kebijakan yang ia keluarkan. Padahal, maksud kebijakannya adalah agar setiap tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan senyum, sapa, dan sikap profesional kepada pasien.

Menanggapi video tersebut, pada Selasa, 7 Oktober 2025, Al-Farlaky telah melakukan inspeksi mendadak ke Puskemas Julok, untuk memperoleh penjelasan terkait konten tersebut.

“Ibu-ibu di sini mengolok-olok kebijakan yang kami keluarkan,” ujar Al-Farlaky dilihat dalam unggahan di akun TikTok @bupatirakyat.

“Nanti jelaskan siapa yang membuat video ini, dan apa tujuannya,” sambungnya seraya memperlihatkan video tersebut kepada para pegawai Puskesmas Julok.

Lagei yang lon peugah Aceh Timu lagei nyoe pelayanan, lagei nyoe neupeuget. Yang dimaksud memberikan pelayanan terbaik bukan seperti [isi konten] ini. Konotasinya tidak bagus,” ujar Al-Farlaky lagi.

Dia kemudian menjelaskan, banyak contoh konten positif yang bisa diangkat oleh tenaga kesehatan, misalnya saat pemeriksaan tensi darah, aktivitas bidan desa saat turun ke lapangan, tutorial pelayanan puskesmas, atau edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Hal-hal seperti itu, menurutnya, jauh lebih bermanfaat dan sesuai dengan semangat pelayanan publik yang sedang dibangun di Aceh Timur.

Al-Farlaky juga mengingatkan seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan agar menjaga etika dan profesionalisme di media sosial. Ia menegaskan, selama masa kepemimpinannya, sistem reward and punishment akan diterapkan secara adil tanpa memandang latar belakang.

“Bekerjalah dengan baik dalam melayani masyarakat. Di bawah kepemimpinan saya, siapa yang berprestasi akan kita promosikan, tidak peduli siapa dan dari latar belakang apa. Tapi, kalau ada pelanggaran atau tindakan yang mencoreng pelayanan, sanksi pasti menanti.”

Sementara itu, dua pegawai Puskesmas Julok yang terlibat dalam pembuatan video tersebut telah menyampaikan permintaan maafnya.

“Klarifikasi video sebelumnya, kami memohon maaf dan ingin meluruskan bahwa video tersebut dibuat hanya untuk hiburan, tujuannya semata2 agar akun puskesmas tidak terlalu kaku. Kami mohon maaf jika ada pihak yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatian dan arahannya,” tulis akun TikTok @uptd_puskesmas_julok. []

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy