UINAR, USK, dan MRB Terima Kurma Persahabatan dari UEA

Rektor UINAR Profesor Mujiburrahman, Rektor USK Profesor Marwan, dan Imam Besar MRB Profesor Azman Ismail menerima hibah kurma dari UEA. Foto: ar-raniry.ac.id
Rektor UINAR Profesor Mujiburrahman, Rektor USK Profesor Marwan, dan Imam Besar MRB Profesor Azman Ismail menerima hibah kurma dari UEA. Foto: ar-raniry.ac.id

Banda Aceh – Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR), Universitas Syiah Kuala (USK) dan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh menerima hibah kurma persahabatan dari Uni Emirat Arab (UEA).

Kurma tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan UEA, Sultan Mubarak Saeed Alhedaili Almansoori, didampingi Hamood Mattar Salim Matar, di Auditorium Profesor Ali Hasjmy UINAR, Darussalam, pada Senin, 29 Juli 2024.

Hibah kurma tersebut diterima oleh Rektor UINAR Profesor Mujiburrahman, Rektor USK Profesor Marwan, dan Imam Besar MRB Profesor Azman Ismail. UINAR mendapatkan 5 ton kurma, sedangkan USK dan MRB masing mendapatkan 2 ton.

Saeed Almansoori mengatakan kurma itu adalah hadiah persahabatan dan mahabbah antara UEA dan Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas hibah kurma yang diberikan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab. Bantuan ini merupakan bentuk persahabatan dan dukungan yang sangat berarti bagi kami di UIN Ar-Raniry,” ujar Mujiburrahman dikutip Rabu, 31 Juli 2024.

Lima ton kurma itu, kata Mujiburrahman, akan disalurkan kepada seluruh sivitas akademika melalui masing-masing fakultas dan unit kerja di UINAR. “Termasuk untuk kalangan mahasiswa di ma’had dan jamaah Masjid Fathun Qarib.”

Hal senada disampaikan Marwan. Menurutnya, hubungan USK dengan UEA telah terjalin lama dan harmonis. Ke depan, kata dia, ada banyak peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan.

“USK mengapresiasi kebaikan dan kepedulian UEA terhadap Aceh dan institusi pendidikan. USK selalu terbuka untuk dengan UEA dalam menjaga persahabatan.”

Begitu juga dengan Azman. “Kami berterima kasih atas sedekah kurma kepada masyarakat Aceh. Kurma ini akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, para imam, dan jamaah masjid,” ujar Azman.

Menurutnya, masyarakat Aceh familiar dengan kurma yang dikonsumsi pada bulan suci Ramadan. Padahal, sejatinya kurma memiliki banyak khasiat kapanpun dikonsumsi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy