Trump Sudah Memutuskan, Apa akan Dilakukan terhadap Venezuela?

Trum AS
Arsip foto - Presiden AS Trump berangkat dari Malaysia menuju Jepang Senin (27/10/2025) setelah menghadiri KTT ASEAN ke-47 dan pertemuan terkait di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Antara/foto Bernama-Zulfadhli Zulkifli

Istanbul – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut dia telah memutuskan tindakan potensial terhadap Venezuela. Akan tetapi, Trump menolak mengungkapkan secara terperinci kepada wartawan di pesawat Air Force One.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda apa yang akan dilakukan, tetapi saya sudah memutuskan,” jawab Trump ketika ditanya apakah dia telah memutuskan langkah selanjutnya, Jumat, 14 November 2025.

“Kami telah membuat banyak kemajuan dengan Venezuela dalam hal menghentikan masuknya narkoba,” tambah Trump.

Trump mengatakan upaya AS untuk mengekang perdagangan narkotika menunjukkan hasil, tetapi juga menyoroti tantangan yang melibatkan negara-negara tetangga.

“Kita punya masalah Meksiko. Kita punya masalah Kolombia. Kita melakukan dengan sangat baik. Narkoba yang masuk ke negara kita sangat diperlambat, seperti yang bisa anda bayangkan,” kata Trump.

Selama dua bulan terakhir, militer AS telah melakukan serangan mematikan terhadap setidaknya 21 kapal yang diklaim mengangkut narkoba dari Amerika Selatan ke AS, tanpa memberikan bukti bahwa mereka terlibat dalam penyelundupan, yang mengakibatkan 80 kematian.

Venezuela telah memobilisasi unit militer reguler dan milisi sipil di seluruh negeri sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan pada Kamis (13/11) bahwa AS akan memulai misi baru, “Operasi Southern Spear,” untuk membasmi “teroris narkotika dari belahan bumi kita.”

“Presiden (Donald) Trump memerintahkan tindakan -dan Departemen Perang sedang melaksanakannya,” tulis Hegseth di akun media sosial X.

Departemen Perang merupakan nama lain dari Departemen Pertahanan AS, yang juga dikenal sebagai Pentagon. Kongres AS masih belum memberikan persetujuan untuk memakai nama “Departemen Perang” secara resmi.

Laporan media pada Kamis (13/11) mengatakan bahwa Trump diberi pilihan untuk operasi militer di Venezuela, termasuk serangan darat, oleh pejabat militer seniornya dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih.

Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine, dan para pejabat senior “memberi pengarahan kepada presiden tentang pilihan militer untuk beberapa hari mendatang,” menurut laporan itu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy