Temuan Terbaru: Kopi Dorong Pertumbuhan Bakteri Baik di Usus

Ilustrasi biji kopi dan penampang usus manusia
Ilustrasi biji kopi dan penampang usus manusia. Foto: Food & Wine/Getty Images

Penelitian terbaru menunjukkan kopi bermanfaat bagi kesehatan usus, berdasarkan hasil riset yang diterbitkan dalam Nature Microbiology. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sampel tinja dari 22.867 peserta untuk memahami dampak kopi terhadap bakteri usus.

Mereka mengategorikan peserta menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok “tidak pernah” yakni orang yang minum kurang dari tiga cangkir per bulan. Kedua, kelompok “sedang” yaitu mereka yang mengonsumsi sedikitnya tiga cangkir per bulan hingga tiga cangkir sehari. Ketiga, kelompok peminum kopi “berat” yang mengenggak tiga cangkir atau lebih per hari.

Hasilnya, peneliti menemukan para peminum kopi memiliki kadar tinggi Lawsonibacter asaccharolyticus di ususnya. L. asaccharolyticus adalah bakteri baik yang juga bagian dari mikrobioma usus dan dikenal bisa memecah beberapa asam amino. Hal ini menunjukkan kafein dalam kopi memberikan efek positif pada usus dengan membantu pertumbuhan bakteri baik.

“Ternyata mikrobioma dalam usus mungkin jauh lebih penting daripada yang pernah kita duga,” ungkap Michael Caplan, profesor klinis di University of Chicago dan kepala staf ilmiah di Endeavor Health, dilansir dari foodandwine.com, Kamis, 10 April 2025.

Ia menjelaskan bakteri baik dalam usus sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan, dan memiliki mikrobioma yang beragam sangatlah penting.

Usus yang sehat dapat membantu mencegah “diare traveler”–diare yang disebabkan antibiotik–dan bahkan dapat berperan dalam mengelola obesitas, penyakit jantung, serta hasil kemoterapi, kata Caplan.

Usus juga menampung sebagian besar sel imun, sehingga sangat penting untuk melindungi dan menjaga kekuatannya. Usus yang sehat juga mendukung pencernaan, mengurangi peradangan, dan mepengaruhi pikiran.

Pernahkah Anda merasa gugup dan menyadari usus mulai terasa tidak nyaman? Usus dan otak saling terkait erat.

Bagaimana kopi meningkatkan bakteri baik?

Chaplan menyebutkan sebenarnya bukan hanya kafein yang meningkatkan bakteri baik. Sebab, minum kopi tanpa kafein pun memiliki efek positif pada usus.

Kontributor utamanya kemungkinan polifenol, termasuk asam klorogenat dan asam quinat, yang ditemukan dalam kopi, yang membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik.

Sains menunjukkan polifenol bertindak seperti prebiotik. Mereka memberi makan dan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

Seperti penemuan baru lainnya, penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama terkait potensi L. saccharolytic. Chaplan menjelaskan strain bakteri ini baru diidentifikasi dalam lima tahun terakhir. Jadi, belum sepenuhnya diketahui bagaimana bakteri itu berkontribusi terhadap manfaat kesehatan.

Lantas, berapa banyak kopi yang perlu diminum seseorang untuk mendapatkan manfaat tersebut?

“Sangat aman untuk minum satu atau dua cangkir kopi sehari, dan itu sudah cukup untuk merangsang flora usus Anda agar siap membantu meningkatkan kesehatan jangka panjang Anda,” ujar Caplan.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi FDA, yang membatasi asupan kafein tidak lebih dari 400 miligram sehari atau sekitar empat cangkir kopi seduh.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy