Simeuleu Usulkan 500 Pompa Air ke Pusat, Hanya 10 Unit Terealisasi

Ilustrasi pompa air ke sawah. Foto: Medcom.id
Ilustrasi pompa air ke sawah. Foto: Medcom.id

Simeulue – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue, Samsuar, mengungkapkan bahwa para petani di pulau tersebut masih bergantung pada sistem tadah hujan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Simeulue pernah mengajukan permohonan 500 unit pompa air kepada Pemerintah Pusat.

Namun, Samsuar menyebutkan hanya 10 unit pompa air yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini dinilainya sangat mengkhawatirkan karena hasil pertanian diperkirakan tidak akan maksimal.

“Karena geografis kepulauan yang terpisah, bidang pertanian di Simeulue membutuhkan sarana dan prasarana yang optimal,” ujar Samsuar saat diskusi tentang potensi dan kendala pertanian di Markas Komando Distrik Militer 0115 Simeulue, Senin, dikutip Rabu, 5 Juni 2024.

“Salah satunya kebutuhan pompa air, sebab saat ini pertanian kita masih mengandalkan sistem tadah hujan,” imbuh Samsuar.

“Padahal, sarana pompa air itu sangat penting agar kegiatan upaya khusus (Upsus) optimasi lahan rawa seluas 4.218,55 hektare yang tersebar di 10 kecamatan nantinya tidak terkendala,” ujar Samsuar lagi.

Ia juga menambahkan, “Selain itu, mengingat adanya warning dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) akan terjadi cuaca ekstrem kemarau selama dua bulan dan berpotensi terjadinya rawan pangan.”

Wahyudi, Liaison Officer Kementerian Pertanian RI yang hadir dalam diskusi itu, tidak menampik perkataan Samsuar terkait pompa air.

“Benar yang terpenuhi hanya 10 unit, namun ini bertahap akan dipenuhi, sebab pompa air ini tidak hanya untuk Simeulue, tapi untuk seluruh daerah di Indonesia,” ujar Wahyudi.

Terkait peringatan kemarau dari BMKG itu, Wahyudi menyebut bakal ada potensi darurat pangan. Ia mengatakan, “Semakin dikhawatirkan bahwa untuk sementara ini ada beberapa negara, yakni Cina, Thailand, dan Vietnam, yang tidak bersedia lagi untuk ekspor berasnya keluar negeri, termasuk ke Indonesia.”

Diskusi yang berlangsung dua jam lebih turut dihadiri Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM), Brigadir Jenderal Yudi Yulistyanto, dan Dandim 0115 Simeulue Letnan Kolonel Kavaleri Mahdan Almahirsyah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy