Satu Meter dari Maut: ‘Saya Lihat Abang Diterkam Buaya Leubok Pempeng’

Evakuasi jasad Iskandar
Polisi dan warga mengevakuasi jasad Iskandar. Foto: Humas Polres Aceh Timur

Idi – Matahari hampir turun ke waktu Asar ketika Rahmad Azmi dan Abangnya, Iskandar, masih berada di dalam Krueng Leubok Pempeng, Sabtu, 21 Juni 2025.

Bersama rekan mereka Abdullah, abang beradik itu sedang sibuk mencari kerang air tawar di sungai yang melekuk di antara rimbun pepohonan sawit Gampong Leubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Kerang air tawar atau kadang disebut kijing atau remis, berada di dasar sungai yang dalam; mengendap di antara pasir atau lumpur.

Untuk mengambil Moluska itu, ketiganya harus mengandalkan nafas panjang supaya mampu menyelam ke dasar sungai yang airnya bersuhu dingin.

Sekira pukul 14.20 waktu Aceh, permukaan sungai masih tenang. Abdullah memilih naik ke tepi. Sementara Azmi masih berada dekat Iskandar. Jarak keduanya terpaut sekira satu meter.

Melihat Abdullah sudah naik, Azmi berniat menyusul. Tapi Iskandar belum muncul ke permukaan. Dia masih asyik mengumpulkan kerang di bawah sana.

“Saat saya mau ke tepi sungai, saya melihat Abang saya belum muncul sejak ia menyelam,” ungkap Azmi kepada Line1.News, Senin, 23 Juni 2025.

Tiba-tiba, Azmi terhenyak. Di area mereka menyelam, air mendadak keruh. Lalu dalam hitungan detik, kecipak air sungai berubah liar. Seekor buaya besar muncul dari bawah sungai menerkam kepala Iskandar dan menyeretnya ke dalam air.

Azmi dan Abdullah langsung panik. Mereka berteriak minta tolong. “Melihat Abang saya sudah diterkam buaya, saya langsung meminta pertolongan kepada warga lain,” ujar Azmi.

Pertolongan datang. Bhabinkamtibmas Polsek Peureulak dan warga sekitar merapat ke lokasi. Bersama-sama mereka mencari jejak buaya itu.

Setelah hiruk pikuk terdengar di kedua sisi sungai, sekira pukul 15.48, buaya air tawar itu menampakkan diri ke permukaan sungai. Ketegangan menyelimuti warga yang menyaksikan kejadian itu.

Baca juga: Warga Peureulak Meninggal Dunia Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai

Tapi malang nasib Iskandar. Setengah badannya masih berada di dalam mulut buaya. Reptil bertubuh jumbo itu enggan melepaskan cengkeraman gigi tajamnya pada tubuh Iskandar.

Warga meminta polisi menembak buaya. Dor! Tembakan itu membuat buaya tersebut kaget dan seketika melepaskan mangsanya. Dalam hitungan detik, buaya menjauh dan menyelam kembali ke dalam sungai.

Secepatnya warga mengevakuasi Iskandar. Sayang, nyawa Abang Azmi itu tak tertolong. Iskandar kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan.

Buaya Pemangsa Iskandar Masih Berkeliaran

Setelah Iskandar dimakamkam, kekalutan masih menyelimuti Luebok Pempeng, terutama keluarga korban.

“Buaya yang menerkam adik saya hingga kini masih berkeliaran,” ucap Jamaah, saudara kandung Iskandar, saat ditemui di rumah duka, Senin.

Dia lantas menumpahkan kekecewaannya pada pihak terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang belum menangkap hewan tersebut.

Seharusnya, kata Jamaah, BKSDA sudah menangkap buaya itu hari ini. “Kata BKSDA kalau gak hari ini, besok (Selasa) baru mau dipasang perangkap untuk menangkap buaya itu.”

Kegelisahan Jamaah itu beralasan. Agar sungai kembali aman dan pencari kerang serta warga lainnya bisa lega beraktivitas lagi tanpa takut disambar buaya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy