Satgas dan Tim PKM USK Bersihkan 91 Sumur Warga di Pidie Jaya dan Bireuen

Tim USK membersihkan sumur terdampak bencana di Pidie Jaya dan Bireuen
Tim USK membersihkan sumur terdampak bencana di Pidie Jaya dan Bireuen. Foto: Humas USK

Bireuen – Satuan Tugas (Satgas) Respons Senyar Aceh bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Syiah Kuala (USK) membersihkan 91 sumur warga terdampak bencana di Pidie Jaya dan Bireuen, sebagai bagian dari pemulihan akses air bersih pascabencana.

Pembersihan dan revitalisasi sumur dilakukan bertahap dengan melibatkan tenaga ahli, relawan, serta dukungan peralatan teknis di lapangan.

Hingga Rabu, 17 Desember 2025, tim menyelesaikan pembersihan 73 sumur dengan pengoperasian empat unit mesin di Pidie Jaya. Rinciannya, 43 sumur di Rhieng Mancang, 28 sumur di Rhieng Krueng, serta masing-masing satu sumur di Meunasah Lancok dan Manyang Cut. Di hari yang sama, tim menyelesaikan pembersihan 18 sumur di Kecamatan Peusangan dan Kutablang, Bireuen.

“Kami tidak berhenti pada angka hari ini. Pembersihan sumur akan terus berlanjut dengan target menjangkau desa-desa terdampak lainnya, karena air bersih adalah kebutuhan paling mendasar dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Ketua PKM USK Profesor Akhyar dilansir dari Laman USK, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ketua Satgas Respons Senyar Aceh USK Profesor Syamsidik menambahkan, pembersihan dan revitalisasi sumur merupakan bagian dari komitmen USK dalam pemulihan pascabencana.

“Satgas USK akan terus berupaya menjangkau lebih banyak wilayah terdampak agar masyarakat dapat kembali mengakses air bersih secara aman dan layak. Pemulihan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam mendukung ketahanan masyarakat pasca bencana.”

Kegiatan itu sendiri bagian dari Program PKM Tanggap Darurat Bencana USK yang didanai Kemdiktisaintek.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy