Catatan Redaksi: Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Redelong – Polres Bener Meriah akan menyelidiki kasus meninggalnya seorang santriwati di Kecamatan Bener Kelipah pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 15.50 waktu Aceh, diduga karena gantung diri.
“Benar telah terjadi kasus santriwati yang diduga mengakhiri hidupnya di salah satu pondok pesantren di Bener Meriah. Kami telah melakukan beberapa langkah setelah mendapatkan informasi dari Bedel Reje Antara. Tentunya ini akan kami dalami,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto dalam keterangannya, Sabtu malam, 26 April 2025.
Aris mengatakan, setelah mendapatkan informasi, ia langsung memerintahkan Kapolsek Iptu Dede Moerdhani bersama tim identifikasi untuk turun ke tempat kejadian perkara (TKP).
Saat tim tiba di TKP, korban telah diturunkan dari tempat gantungan dan dibaringkan di atas tempat tidur serta ditutupi dengan selimut. Korban juga dikelilingi oleh santriwati lainnya beserta pihak keluarga.
Kemudian jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulans oleh petugas medis UPTD Puskesmas Bener Kelipah ke RSUD Muyang Kute Bener Meriah untuk dilakukan visum et repertum.
Santriwati berusia 15 tahun itu diketahui telah mondok selama dua tahun. Menurut keterangan saksi yang merupakan rekan satu bilik dengan korban, sebelumnya korban sempat mengeluhkan sakit kepala.
Aris mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan dan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak berwenang.
“Mohon waktu untuk tim kami bekerja. Perkembangan kasus ini akan kami sampaikan kepada publik secara transparan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy