RSUD Meulaboh akan Perbaiki Alat Kateterisasi Jantung Senilai Rp11 Miliar yang Rusak

Alat cathlab
Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Ilum Anam memperlihatkan Cathlab atau alat kateterisasi jantung senilai Rp11 miliar yang rusak sebelum digunakan. Foto: Antara/Teuku Dedi Iskandar

Meulaboh – Alat Cathlab atau kateterisasi jantung senilai Rp11 miliar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, selama ini rusak.

Karena itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh merekomendasikan RSUD memperbaiki alat tersebut.

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, Ilum Anam, mengatakan telah menerima rekomendasi tersebut. “Kami siap memperbaikinya,” ujar Ilum dilansir dari Antara, Selasa, 8 April 2025.

Cathlab atau Catheterization Laboratory, kata Ilum, merupakan ruangan khusus di rumah sakit yang digunakan untuk melakukan prosedur diagnostik dan pengobatan penyakit jantung serta pembuluh darah.

Alat kateterisasi jantung itu dibeli pada 2018 seharga Rp11 miliar. Namun, alat canggih tersebut kemudian tidak bisa digunakan hingga 2025 setelah seorang dokter ahli yang membidangi peralatan tersebut meninggal dunia beberapa tahun lalu. Peralatan operasi kateterisasi jantung itu kemudian terbengkalai.

Tahun ini, kata Ilum, RSUD berencana memfungsikan alat Cathlab tersebut setelah usulan perbaikan peralatan itu disetujui dewan pengawas rumah sakit.

Ia mengaku peralatan rusak itu akan diperbaiki pihak ketiga yang sepakat melakukan kerja sama operasional tanpa harus menggunakan biaya atau modal dari rumah sakit.

Adapun biaya perbaikan mencapai Rp2,6 miliar lebih. “Sudah ada pihak ketiga yang siap melakukan perbaikan tanpa harus melakukan pembayaran di muka,” ungkapnya.

Apabila rencana kerja sama operasional tersebut terjalin, tambah Ilum, tahun ini RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh telah bisa melakukan operasi kateterisasi jantung.

Selain itu, RSUD telah memiliki tenaga ahli dan profesional yang mampu menggunakan alat Cathlab tersebut, setelah paramedis dan dokter ahli menyelesaikan studinya di masing-masing bidang kesehatan dalam pengelolaan dan penggunaan alat kateterisasi jantung.

Pengoperasian alat itu, sebut Ilum, berpotensi meningkatkan pendapatan rumah sakit dan pendapatan asli daerah dari sektor kesehatan. Alat Cathlab itu dapat digunakan untuk mengoperasi jantung 80-100 orang pasien setiap bulan.

“Jika diizinkan [mengoperasikannya] oleh dewan pengawas, kami optimis alat kateterisasi jantung ini bisa beroperasi minimal tahun ini atau awal tahun 2026 mendatang.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy