Jantho – Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh resmi beroperasi di Aceh Besar. Direktur Utama RSU Putri Bidadari Aceh Firmansyah mengungkapkan pembangunan rumah sakit tersebut wujud cinta orang tuanya terhadap tanah kelahiran.
“RSU ini lahir karena kecintaan orang tua saya kepada Aceh. Kapasitas dan fasilitasnya bahkan melebihi RSU Putri Bidadari yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya saat grand opening, Kamis, 23 Oktober 2025.
Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Putri Bidadari Aceh merupakan RSU kelima yang dibangun PT Ade Putri Medikal Nusantara.
Empat lainnya berada di Sumatra Utara yakni RSU Bidadari Batubara, RSU Mahkota Bidadari Langkat, RSU Bidadari Binjai, dan RSU Putri Bidadari Langkat.
Firmansyah berterima kasih kepada Pemkab Aceh Besar dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan rumah sakit tersebut.
Dia menjelaskan proses pembangunan RSU Putri Bidadari Aceh berlangsung selama enam bulan. Namun di balik itu, kata Firmansyah, ada perjuangan panjang serta dedikasi besar untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang modern dan profesional bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini bukan hanya bangunan fisik semata, melainkan simbol pelayanan dengan hati. Tahun depan, pada 2026, kami akan melakukan terobosan baru yaitu menghadirkan layanan operasi jantung agar masyarakat Aceh tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.”
Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram meyakini kehadiran rumah sakit modern di Darul Imarah akan mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus ke Banda Aceh.
Sebab, kata Muharram, Aceh Besar belum memiliki rumah sakit dengan fasilitas lengkap.
“RSUD kita masih bertipe C, sehingga sebagian besar masyarakat berobat ke Banda Aceh. Semoga dengan hadirnya RSU Putri Bidadari Aceh, masyarakat bisa mendapat pelayanan maksimal di daerah sendiri,” ujarnya dilansir dari Laman Pemkab Aceh Besar.
Muharram juga mengajak masyarakat, terutama para perantau Aceh yang telah sukses di luar daerah, agar mau kembali dan berinvestasi di tanah kelahiran.
“Kita tanpa bahu-membahu tidak akan maju Aceh ini. Coba kita lihat orang India, meskipun sudah sukses di luar, mereka kembali ke negerinya untuk berinvestasi. Saya berharap orang Aceh yang telah sukses di luar sana juga mau kembali untuk membangun daerahnya.”
Hal senada disampaikan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar.
“Saya akan membujuk semua orang kaya Aceh yang berada di luar daerah untuk berinvestasi di Aceh, agar Aceh tidak lagi dikenal sebagai daerah termiskin,” ujarnya.
Malik menilai kehadiran rumah sakit itu merupakan langkah nyata menuju kemandirian Aceh dalam sektor pelayanan publik.
Asisten III Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah juga berharap langkah yang dilakukan RSU Putri Bidadari menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk turut serta membangun Aceh secara luas.
“Kalau bisa, para pengusaha jangan hanya berinvestasi di Aceh Besar saja, tetapi juga di seluruh wilayah Aceh. Investasi yang berorientasi sosial seperti rumah sakit ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy