Redelong – PT Waskita Karya (Persero) memulai pembuatan sumur bor di dua lokasi hunian sementara (huntara) penyintas bencana Bener Meriah. Kedua lokasi ini berada di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, dan Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo.
“Dari 20 lokasi huntara, dua di antaranya sedang dilakukan pengeboran oleh Waskita, di Tunyang dan Blang Rakal. Sementara 18 lokasi lainnya juga sedang kami upayakan agar dapat dikerjakan oleh Balai Cipta Karya melalui Waskita,” ujar Plt Direktur Perumda Tirta Bengi Samusi Purnawira Dade, dikutip dari Laman Pemkab Bener Meriah, Senin, 12 Januari 2026.
Pembuatan sumur bor itu, kata Samusi, bagian dari tahap awal pembangunan huntara untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Menurutnya, huntara dengan sarana air bersih sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan kesehatan warga yang akan tinggal di hunian tersebut.
“Kami berharap seluruh proses ini dapat berjalan lancar sehingga masyarakat bisa segera menempati Huntara dengan fasilitas yang memadai,” ujar Samusi.
Selain sumur bor huntara, kata dia, BUMN tersebut juga memperbaiki sejumlah intake Perumda Tirta Bengi yang rusak dan hilang akibat bencana. Perbaikan dimulai dari Intake Batu Lepes di wilayah Lampahan pada Minggu, 11 Januari 2026.
Samusi menjelaskan Intake Batu Lepes menjadi prioritas karena merupakan salah satu sumber air utama yang menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.
“Dengan dimulainya perbaikan ini, kami berharap pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera kembali optimal.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy