Polrestabes Medan Ungkap 26 Kasus ‘Rayap Besi’, Gudang Butut Diimbau Tidak Tampung Barang Curian

Konferensi pers pengungkapan 61 kasus selama sepekan terakhir di Mapolrestabes Medan
Konferensi pers pengungkapan 61 kasus selama sepekan terakhir di Mapolrestabes Medan. Foto: Line1.News/Khairunnas

Medan – Polrestabes Medan mengungkap 61 tindak kejahatan selama sepekan terakhir, terdiri dari begal, “rayap besi”, “rayap kayu”, dan sabu-sabu. Dari puluhan kasus ini, 87 tersangka diringkus.

“Untuk begal kita berhasil mengungkap empat kasus dan mengamankan enam tersangka. “Rayap besi”  26 kasus dengan 42 tersangka, sedangkan “pompa” (sabu-sabu) berhasil diungkap 29 kasus dengan 36 tersangka,” jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto dan Kasat Narkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha pada wartawan, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Dari hasil interogasi tersangka, tambah Calvijn, kejahatan “rayap besi” atau pencurian besi sudah memiliki pola supply and demand. Para pelaku, sebut dia, mempunyai harga standar khusus barang bekas. Biasanya dijual dengan harga Rp4-6 ribu per kilogram ke penadah.

“Biasanya gudang butut dan panglong [menjadi penadah]. Gudang butut biasanya yang beroperasi tengah malam sampai subuh. Ada dua tempat yang sudah kita periksa,” ujar Calvinjn.

Dia mengimbau pemilik panglong dan gudang butut memanfaatkan fungsinya untuk berjualan barang-barang yang legal.

“Jangan menjual atau menampung barang-barang yang ilegal atau hasil curian. Jika nanti penadah tidak bisa membuktikan barang yang dijualnya adalah barang-barang legal, kita akan tindak, ” ujarnya.

Sementara terkait kasus begal, Calvijn menjelaskan biasanya ada tiga modus yang sering dilakukan para pelaku. Pertama, mengancam atau menakut-nakuti korbannya. Kedua, langsung merampas barang milik korban. Ketiga, yang paling sadis, pelaku sengaja membawa senjata tajam untuk melukai korban.

“Peredaran narkoba paket hemat juga harus diantisipasi. Sebab, para pelaku kejahatan ini sebelum beraksi umumnya mengonsumsi sabu paket hemat.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy