Pj Wali Kota Banda Aceh Minta Warga Tidak Panic Buying Saat PON

Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Senin, 5 Agustus 2024. Foto: Humas Pemko Banda Aceh
Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Senin, 5 Agustus 2024. Foto: Humas Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Penjabat Wali Kota Banda Aceh Ade Surya meminta masyarakat tidak panic buying dengan memborong pangan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Sejak sekarang, saya rutin turun ke lapangan bersama Forkopimda [Forum Komunikasi Pimpinan Daerah], mensosialisasikan bahwa PON untuk meningkatkan perekonomian kita,” ujar Ade Surya saat meninjau Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, Senin dikutip Selasa, 6 Agustus 2024.

Ade menambahkan, masyarakat tak perlu panik karena pemerintah sudah menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan barang pokok selama event besar tersebut.

Sebelumnya, saat mengecek langsung harga pangan kepada para pedagang, Ade menyebutkan semua bahan kebutuhan pokok masih terkendali di kisaran harga normal. Dia berharap kondisi itu bisa menjaga laju inflasi Banda Aceh.

Namun, Ade mengingatkan ke depan bakal ada permintaan tinggi menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan PON XXI pada September mendatang. “Perlu diantisipasi dengan stok yang memadai dan kita harapkan juga kontribusi dari Bulog, BPS, BI, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan PON, Ade memperkirakan Banda Aceh akan mengalami lonjakan pengunjung hingga 25 ribu orang atau hampir 10 persen dari jumlah penduduk.

“Selama satu bulan, konsumsi pasti meningkat dan ada sedikit kenaikan harga. Tapi itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat.”

Karena itu, Pemerintah Banda Aceh bersama pemerintah provinsi, Bulog, dan stakeholder terkait berkomitmen untuk menjamin stabilitas stok dan harga pangan selama PON.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan daerah penyuplai bahan pokok hingga ke Sumatra Utara,” ujar Ade.

Sejumlah langkah strategis turut disiapkan Pemko. Dua di antaranya, operasi pasar dan subsidi biaya transportasi. “Operasi pasar dengan memberikan subsisi harga komoditi pokok siap kita laksanakan. Begitu juga dengan subsidi biaya jasa transportasi untuk mereduksi harga agar tidak mengalami kenaikan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy