Pesawat Boeing Jeju Air Jatuh di Korea Selatan, 85 Orang Tewas

Kecelakaan pesawat Jeju Air
Petugas pemadam kebakaran berada di lokasi pesawat yang mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan di Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu, 29 Desember 2024. Foto: Yonhap

Seoul – Pesawat milik maskapai Jeju Air nomor penerbangan 7C2216 jatuh di Korea Selatan pada Minggu pagi, 29 Desember 2024. Data sementara, sedikitnya 85 orang tewas dalam kecelakaan pesawat tipe Boeing 737-800 itu.

Pesawat tersebut mengangkut 175 penumpang dan enam awak dari Thailand, Bangkok. Setelah pukul sembilan pagi, pesawat mendarat di Bandara Internasional Muan di bagian selatan Korea Selatan.

Kecelakaan terjadi ketika pesawat keluar dari landasan pacu saat mendarat darurat. Pesawat meletus menjadi bola api saat menghantam dinding di ujung Bandara.

Menurut laporan awal, pendaratan pesawat mengalami masalah serius, kemungkinan karena roda pendaratan depan tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan pesawat kehilangan kendali di landasan hingga menabrak dinding Bandara.

Sebelum pesawat jatuh, seorang penumpang mengirim pesan singkat kepada kerabatnya bahwa ada burung yang tersangkut di sayap pesawat, “Haruskah saya mengucapkan kata-kata terakhir saya?” tulisnya.

Setelah kecelakaan, gumpalan asap tebal terlihat membubung dari lokasi kejadian. Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan kerusakan parah pada badan pesawat yang hampir hancur total akibat kebakaran.

Baca Juga: 38 Orang Tewas Saat Pesawat Jatuh di Kazakhstan, Ditembak Rusia?

Video yang dibagikan media lokal menunjukkan pesawat bermesin ganda itu meluncur di landasan tanpa roda pendaratan yang jelas sebelum menghantam dinding dan menimbulkan ledakan api dan puing-puing.

Tim penyelamat segera dikerahkan dan setidaknya 58 mayat telah ditemukan namun jumlahnya belum final. Ada juga dua orang berhasil ditemukan hidup di tengah reruntuhan pesawat. Namun, kondisi korban lainnya masih belum jelas dan operasi pencarian terus berlangsung.

Markas Besar Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Jeolla Selatan memperkirakan jumlah korban jiwa bisa meningkat mengingat skala kerusakan yang signifikan. Pihak berwenang sedang berupaya menyelamatkan orang-orang di bagian ekor pesawat, kata seorang pejabat bandara tak lama setelah kecelakaan itu.

Otoritas bandara mengatakan ada kemungkinan roda pendaratan tidak berfungsi akibat tabrakan dengan burung tapi teori ini belum bisa diverifikasi, kata seorang pejabat dari departemen penerbangan kementerian perhubungan.

Setelah insiden itu, semua penerbangan domestik dan internasional di Bandara Muan dibatalkan. Pemadam kebakaran mengerahkan 32 mobil pemadam kebakaran dan sejumlah petugas ke lokasi kejadian.

Insiden itu merupakan kecelakaan fatal pertama dalam sejarah Jeju Air, salah satu maskapai penerbangan murah terbesar Korea Selatan, yang didirikan pada 2005. Pada 12 Agustus 2007, sebuah pesawat Bombardier Q400 dioperasikan Jeju Air yang membawa 74 penumpang keluar dari landasan pacu karena angin kencang di bandara selatan Busan-Gimhae, yang mengakibatkan belasan orang terluka.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy