Penyusunan Dokumen Rencana Rehab-Rekon Pascabencana Aceh Dibahas

Sekda Aceh rapat bahas dokumen R3P rehab rekon
Sekda Aceh M. Nasir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zulkifli saat rapat dengan Tim R3P di Ruang Rapat Sekda Aceh, Rabu, 31 Desember 2025. Foto: Humas Aceh

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, memimpin rapat penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Rabu, 31 Desember 2025, dan dihadiri seluruh jajaran SKPA terkait.

Rapat tersebut untuk membahas rencana penyusunan dokumen R3P secara komprehensif sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Dokumen R3P tersebut nantinya akan menjadi blueprint pelaksanaan rehab-rekon pascabencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.

Sekda Nasir menyampaikan saat ini Aceh masih berada pada fase Tanggap Darurat II yang akan berakhir pada 8 Januari 2026. Meski rapat kali ini berfokus pada klaster pemulihan, Sekda menegaskan penanganan logistik dan pengungsian tetap terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sekda juga menjelaskan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh merupakan bencana dengan penanganan berskala nasional. Sejalan dengan hal tersebut, penyusunan dokumen R3P menjadi hal penting sebagai dasar koordinasi dan perencanaan lintas sektor.

“Dokumen R3P ini akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat, terintegrasi, dan berbasis data yang akurat,” ujar Nasir, dilansir laman Humas Pemerintah Aceh.

Asisten II Sekda Aceh, Zulkifli, menyebut rapat ini juga bertujuan untuk mengatur langkah-langkah strategis untuk mempermudah dan mempercepat proses penyusunan dokumen R3P. Sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menambahkan penyusunan dokumen R3P merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan serta kerja sama penuh dari seluruh pihak terkait.

Dia menekankan pentingnya komitmen bersama dan pelaksanaan monitoring secara berkelanjutan agar proses penyusunan dokumen berjalan maksimal, tepat waktu, dan benar-benar bermanfaat sebagai dokumen perencanaan pemulihan pasca bencana.

Melalui penyusunan dokumen R3P ini, Pemerintah Aceh berharap pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, serta mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat dan pembangunan di wilayah terdampak.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy