Doha – Pemerintah Taliban di Afghanistan membebaskan George Glezmann, mekanik Delta Airlines, maskapai penerbangan terbesar Amerika Serikat (AS).
Pria 66 tahun itu dibebaskan setelah ditahan lebih dari dua tahun oleh Taliban. Pembebasan Glezmann melibatkan mediator dipimpin Qatar dan AS, setelah melewati proses negosiasi berpekan-pekan lamanya.
Melansir Middle East Eye, Glezmann ditangkap Dinas Intelijen Taliban saat mengunjungi Afghanistan pada akhir 2022 sebagai turis. Menurut keluarganya, ia bermaksud menghabiskan lima hari di negara itu untuk menjelajahi sejarah dan budaya Afghanistan.
Ia ditahan oleh Dinas Intelijen Taliban pada 5 Desember 2022 tapi tidak pernah didakwa dengan kejahatan atau pelanggaran apa pun. Anehnya, Pemerintahan AS saat itu yang dipimpin Presiden Joe Biden, baru menyatakan Glezmann ditahan secara salah sembilan kemudian pada September 2023.
Menurut resolusi yang diajukan pada Juli oleh Senator Demokrat Jon Ossoff dan Raphael Warnock dari negara bagian asal Glezmann, Georgia, mekanik itu ditahan di “sel berukuran 9 kaki kali 9 kaki” bersama tahanan lain dan terkadang ditahan di “sel isolasi dan bawah tanah selama berbulan-bulan”.
Dalam kurun waktu hingga Juli 2024, Glezmann tidak diizinkan menerima kunjungan konsuler dari personel Departemen Luar Negeri AS. Selama penahanannya, ia tampaknya hanya melakukan tujuh panggilan telepon dengan total waktu 54 menit dengan keluarganya dan kunjungan terbatas secara langsung dengan perwakilan Qatar.
Pada saat resolusi itu diajukan, kesehatannya dilaporkan menurun drastis selama ditahan. Ia disebutkan menderita tumor wajah, hipertensi, kekurangan gizi parah, dan kondisi medis lainnya.
AS tidak memiliki kantor diplomatik di Afghanistan setelah menutup kedutaan besarnya di sana usai Taliban mengambil alih pemerintahan pada Agustus 2022.
Sementara Qatar yang mewakili AS di Afghanistan, bertindak sebagai “kekuatan pelindungnya”. Kementerian Urusan Qatar, Menteri Negara Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi, dalam pernyataannya mengumumkan pihaknya telah membantu memfasilitasi pembebasan Glezmann.
“Respon pemerintah sementara Afghanistan terhadap proses ini merupakan isyarat niat baik, yang mencerminkan keinginannya untuk terlibat dalam dialog dan komunikasi dengan komunitas internasional,” ujarnya.
Dia menambahkan, pendekatan itu layak didorong untuk membangun saling pengertian dalam menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Qatar secara konsisten terbukti mitra yang dapat diandalkan dan mediator terpercaya untuk memfasilitasi negosiasi rumit.
“Kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Negara Qatar, yang komitmen teguhnya dan upaya diplomatiknya berperan penting dalam mengamankan pembebasan George.”
Setelah dibebarkan dari penjara Afghanistan, Glezmann diterbangkan ke Doha melalui Bandara Kabul bersama utusan AS untuk penyanderaan Adam Boehler, mantan perwakilan khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad dan diplomat Qatar pada Kamis, 20 Maret 2025.
Glezmann warga AS ketiga yang dibebaskan dari Afganistan tahun ini. Januari lalu, Ryan Corbett dan William McKenty dibebaskan dalam pertukaran tahanan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy