Pemain PSM Makassar Dihukum Larangan Bermain Setahun Usai Kritik Liga I

Yuran Fernandes
Pemain asing sekaligus kapten PSM Makassar Yuran Fernandes (kostum merah) dijaga ketat pemain Madura United saat laga pekan ke-25 Liga 1 2024-2025 yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (2/3/2025) malam. Foto: Kompas.com

Jakarta – Komisi Disiplin PSSI menghukum bek sekaligus kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, larangan bermain sepak bola di Indonesia selama setahun dan denda Rp25 juta.

Hukuman itu diberikan setelah Yuran memposting kritikan terhadap Liga 1. Kritik itu diunggahnya di media sosial setelah PSM kalah 1-3 dari PSS Sleman pada 3 Mei 2025.

Pengamat sepak bola Muhammad Kusnaeni menilai hukuman itu terlalu berat dan bisa diperdebatkan.

“Cara pandang Yuran, publik, dan Komisi Disiplin PSSI bisa jadi berbeda tergantung perspektif masing-masing,” ujar Kusnaeni dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Mei 2025.

“Yang jelas, ada ruang untuk mendiskusikan hukuman itu melalui proses banding. Kubu Yuran ataupun PSM bisa meminta sidang banding untuk menguji apakah hukuman itu sesuai dengan tingkat kesalahannya,” sambung sosok yang akrab disapa Bung Kus itu.

Dia menilai pernyataan Yuran memang kurang bijaksana. Namun Bung Kus berasumsi Yuran telah menyadari kekhilafannya karena kemudian meluruskan pernyataannya melalui klarifikasi.

Dari sudut pandang etika, kata dia, hukuman itu bisa dianggap sebagai upaya menegakkan nilai-nilai profesionalisme dalam sepak bola nasional.

Namun, tetap ada ruang untuk memperdebatkan apakah hukuman ini proporsional dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.

PSM Ambil Langkah Banding

Menyikapi sanksi berat dari Komdis PSSI ini, manajemen PSM memastikan akan segera mengajukan banding secara resmi ke Komite Banding PSSI.

Bos PSM Makassar, Sadikin Aksa, mengungkapkan bahwa sebelum keputusan Komdis diumumkan, dirinya telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk membahas sejumlah hal, termasuk situasi yang melibatkan Yuran Fernandes.

“Saya sudah bertemu Pak Erick sebelum keputusan Komdis keluar, dan saya sampaikan juga mengenai kasus Yuran. Saat itu Pak Erick menyampaikan bahwa karena Yuran sudah menyampaikan permintaan maaf dan juga sudah mendapat teguran dari PT LIB, maka beliau pribadi tidak mempermasalahkan lagi,” ujar Sadikin dilansir Kompas.com.

Yuran sebelumnya membuat unggahan dengan menuliskan, “Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama. Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Jika Anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia.”

Unggahan di Instastory itu kemudian sempat dihapus tapi terlanjur kadung tersebar. Yuran kemudian membuat klarifikasi dan permintaan maaf.

“Para pecinta sepak bola Indonesia. Saya ingin memberikan klarifikasi terkait unggahan saya di Instagram pada tanggal 3 Mei 2025. Pernyataan yang saya sampaikan tersebut sepenuhnya ditujukan dalam konteks sepak bola. Ungkapan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung Indonesia sebagai sebuah negara,” tulisnya.

“Pernyataan tersebut merupakan luapan emosional, tepat setelah pertandingan yang penuh dengan tekanan dan drama. Saya yakin mereka yang menonton pertandingan tersebut paham betul mengapa saya begitu emosional.”

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan meminta untuk tidak menyalah artikan unggahan saya ke dalam konteks yang lebih luas. Itu hanya murni merupakan bentuk kekecewaan pribadi saya terhadap situasi di lapangan, sekaligus cerminan dari rasa peduli dan harapan saya kepada PSSI dan LIB, bahwa sepak bola Indonesia bisa berkembang dan menjadi lebih baik dari hari ini. Terima kasih,” tulisnya.

Melansir detik.com, saat laga PSS vs PSM, kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi disorot. Ia sempat menganulir gol Yuran lewat VAR karena menganggap mendorong lawan lebih dulu. Namun, Nendi tidak memberi pelanggaran saat pemain PSS melakukan hal yang sama.

Kemudian, Nendi juga mengesahkan gol PSS meski pemain Super Elang Jawa terlihat melanggar penggawa PSM lebih dulu. Kepemimpinan wasit itu juga sempat diprotes pelatih Bernardo Tavares usai laga.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy