Banda Aceh – Gelombang panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai terlihat di Kota Banda Aceh. Hal ini menyusul belum berakhirnya perang Timur Tengah yang menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz.
Pantauan Line1.News, Kamis, 5 Maret 2026, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Banda Aceh dipadati kendaraan roda dua maupun empat yang hendak mengisi BBM.
Beberapa SPBU seperti di kawasan Lingke, Lamnyong, Lueng Bata, Simpang Jam, Batoh, serta Ulee Lheue, terlihat antrean panjang mengular hingga ke badan jalan.
“Saya dengar akibat perang Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup dan pasokan minyak terhenti. Makanya ini langsung isi BBM untuk jaga-jaga saja,” kata Abit.
Hal senada dirasakan Fadhil. Dia ikut mengantre pengisian BBM di SPBU kawasan Lamprit, Banda Aceh. Menurutnya, antrean di SPBU ini tidak terlalu panjang.
“Saya antre cuma sebentar sekitar tujuh menit. Saya isi full Pertalite untuk antisipasi kalau benar stok BBM habis,” ujar Fadhil.
Baca juga: Bupati Haili Yoga Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying BBM
Sebelumnya, kondisi panic buying antrean kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Aceh Tengah. Tidak hanya kendaraan, warga juga membawa jeriken untuk mengisi BBM.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal menyebut stok BBM untuk wilayah tersebut dalam kondisi aman.
“Stok di depot saat ini, Pertamax ada 1.340.000 liter, Pertalite 4.360.000 liter dan Solar 2.300.000 liter. Dengan demikian, insya Allah, stok BBM dalam kondisi aman,” kata Mustafa, Rabu, 4 Maret 2026.
Mustafa mengimbau masyarakat tetap tenang dalam menyikapi perkembangan yang terjadi.
“Diharapkan kepada masyarakat tidak perlu panic buying karena distribusi BBM ke Aceh Tengah akan dilakukan setiap hari,” ujar Mustafa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy