Medan – Matahari belum tinggi saat jeritan pecah dari sebuah rumah di Desa Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang, pada Rabu pagi, 23 Juli 2025. Suara itu datang dari AGY, 34 tahun.
Beberapa saat setelah jeritan, tubuh perempuan tersebut ditemukan bersimbah darah di kursi teras rumah orang tua Serma Tengku Dian Anugrah, suaminya sendiri.
Di dekatnya, seorang anak kecil berdiri terpaku. Buah hati Serma Dian dan AGY yang masih duduk di bangku TK itu, diduga menyaksikan langsung detik-detik terakhir kematian ibunya.
Dia melihat bagaimana sang ayah menghabisi ibunya dengan sebuah sangkur. Ia juga menyaksikan sang ayah mencuci sangkur yang berlumuran darah tersebut usai mengeksekusi ibunya.
Serma Dian, anggota TNI berpangkat Sersan Mayor yang bertugas di Denma Kodam I Bukit Barisan, kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan itu.
Pernikahan yang Retak
Rumah tangga Serma Dian dan AGY telah lama goyah. Sejak dua bulan terakhir, mereka pisah rumah. AGY tinggal di Binjai bersama orang tuanya, sementara anak-anak tinggal bersama Dian di Sunggal. Meski begitu, AGY tetap hadir setiap pagi untuk mengurus dan mengantar keempat anak mereka ke sekolah.
Pagi itu, setelah tiga anak mereka berangkat sekolah, hanya si bungsu yang masih di rumah. Belum sempat diantar, tragedi terjadi. Dian diduga menyerang AGY dengan sangkur, menusuk hingga 12 kali di bagian dada, leher, dan tangan.
Bude Kus, tetangga berusia 66 tahun, sempat mendengar jeritan AGY. Ia berlari menuju rumah, hanya untuk menemukan AGY sekarat di teras. “Masih bernapas waktu itu,” katanya. Kus bahkan sempat berpapasan dengan Serma Dian, yang sudah tak memegang senjata saat itu.
Ditangkap di Bandara
Usai penikaman, Serma Dian melarikan diri. Tapi pelariannya tak berlangsung lama. Polisi Militer menangkapnya di Bandara Kualanamu beberapa jam kemudian. Diduga ia hendak kabur meninggalkan kota.
Kapendam Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Harahap menyebut dugaan sementara motif pembunuhan dipicu masalah ekonomi rumah tangga.
Namun, keluarga korban menyebut Dian kecanduan judi online. Ia kerap menghabiskan seluruh gajinya sebagai prajurit untuk memuaskan nafsunya bermain judol. Tak disangka, nafsu itu berakhir petaka yang merenggut nyawa istri Dian sendiri.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy