MUI Jawa Barat: Pada Intinya Vasektomi itu Haram!

Vasektomi
Maman Suparman, kepala desa di Jawa Barat menjalani vasektomi. Foto: merdeka.com

Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menegaskan sterilisasi pada pria atau vasektomi sangat tidak diperbolehkan atau haram dalam pandangan Islam karena dianggap sebagai tindakan pemandulan yang permanen.

“Tidak boleh bertentangan dengan syariat, pada intinya vasektomi itu haram dan itu sesuai Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 2012,” ujar Ketua MUI Jawa Barat KH Rahmat Syafei dilansir Antara, Kamis, 1 Mei 2025.

Namun, tambah Kiai Rahmat, vasektomi dimungkinkan apabila ada kondisi-kondisi tertentu seperti untuk menghindari risiko kesehatan yang serius dan tidak menyebabkan kemandulan permanen.

“Boleh dilakukan kalau tujuannya tidak menyalahi syariat seperti kesehatan, tidak menyebabkan kemandulan permanen, ada jaminan fungsi reproduksi seperti semula apabila diinginkan, tidak menimbulkan bahaya atau mudharat pada yang bersangkutan,” ucapnya.

Menurut Rahmat, persyaratan KB untuk penerimaan bantuan sosial (bansos) atau berbagai insentif boleh-boleh saja dilakukan. Namun dia mengingatkan ada persyaratan yang harus dilalui khususnya untuk vasektomi.

Baca juga: Kebijakan Aneh ‘Gubernur Konten’ Dedi Mulyadi: KB Pria Jadi Syarat Terima Bansos

“Kalau untuk insentif tidak apa-apa, tapi yang penting tadi vasektominya [ada] kedudukan persyaratan untuk dibolehkan, itu yang harus disesuaikan.”

Sebelumnya, KB vasektomi pada pria menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan rencana menjadikan KB pada pria ini sebagai syarat satu keluarga untuk menerima bermacam bantuan mulai dari beasiswa hingga bantuan sosial lainnya.

Dedi mengungkapkan rencana kebijakan KB sebagai syarat penerimaan bansos di rapat koordinasi bidang kesejahteraan rakyat di Pusdai Jawa Barat, Senin, 28 April 2025.

Rapat dihadiri Mensos Saifullah Yusuf, Mendes PDT Yandri Susanto, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), guna meminta dukungan.

Dedi mengatakan KB, terlebih KB pria berupa vasektomi (Metode Operasi Pria/MOP), akan menjadi syarat untuk penerimaan bansos, mengingat dari temuannya banyak keluarga prasejahtera ternyata memiliki banyak anak, padahal kebutuhan tidak tercukupi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy