Mualem dan Bobby Teken Ulang Kesepakatan Batas Aceh-Sumut

Mualem dan Bobby
Mualem dan Bobby. Foto: Humas Pemerintah Sumut

Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Gubernur Sumut Bobby Nasution menandatangani ulang kesepakatan batas wilayah, terkait empat pulau yang kembali masuk ke wilayah administrasi Provinsi Aceh.

Keputusan kembalinya empat pulau tersebut diambil langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Tadi sudah disampaikan tentang batas wilayah sudah dimulai dari tahun 1992, mohon izin umur saya baru 1 tahun, dan 2008 saya masih SMA, dan 2017 saya belum menjadi pejabat publik, dan 2020 masih baru menjadi Wali Kota Medan, dan baru ini di 2025 tanda tangan saya sebagai gubernur menyatakan adalah empat pulau ini masuk ke wilayah Aceh,” ujar Bobby saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025, dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: 4 Pulau Sah Milik Aceh, Rektor UINAR: Bukti Keberpihakan Presiden kepada Rakyat Aceh

Dia mengajak masyarakat tidak terhasut provokasi maupun isu yang digoreng. Menurutnya Sumut dan Aceh merupakan tetangga yang tidak boleh saling terhasut.

“Apapun kondisinya hari ini, untuk seluruh masyarakat Sumatra Utara, kalau ada laporan ke masyarakat Aceh, atau pun sejenisnya, saya sebagai Gubernur Sumatra Utara menyampaikan tolong itu diberhentikan, karena kesepakatan hari ini bukan hanya tentang Aceh dan Sumatra Utara, tapi untuk bangsa dan negara kita,” kata Bobby.

“Pak Presiden tadi sudah menyampaikan, dan tadi Pak Gubernur Aceh sudah menyampaikan ini masih masuk wilayah NKRI. Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih atas support dari Bapak Presiden, oleh karena itu hari ini persoalan empat wilayah atau empat pulau ini bisa kami selesaikan dengan baik, dengan bijak, dan dengan cepat.”

Baca juga: 4 Pulau Sah Milik Aceh, Pengamat: Bukti Mualem Dekat dengan Prabowo

Sebelumnya, Mualem berharap keputusan pemerintah tentang empat pulau di Singkil tetap menjadi milik Aceh benar-benar clear dan tidak bermasalah lagi ke depannya.

“Hari ini merupakan suatu sejarah antara Provinsi Aceh dan Sumatra Utara. Mudah-mudahan ini sudah clear, tidak ada masalah lagi berdasarkan keputusan Bapak Presiden dan Bapak Mendagri bahwa pulau tersebut sudah dikembalikan kepada Aceh,” ujar Mualem di momen yang sama.

Dia juga berharap tidak ada yang dirugikan dari keputusan tersebut. “Yang penting pulau tersebut masuk dalam kategori (wilayah) NKRI. Mudah-mudahan ke depan tidak ada permasalahan antara Aceh dan Sumatra Utara, aman damai,” ucap Mualem.

Baca juga: 4 Pulau di Singkil Tetap Milik Aceh, Mualem: Mudah-mudahan Ini Sudah Clear

Mewakili rakyat Aceh, Mualem juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Mendagri, Mensesneg, DPR RI, Gubernur Sumut, dan semua pihak.

“Terima kasih semuanya, mudah-mudahan tidak ada masalah lagi, aman damai semuanya. NKRI sama-sama kita jaga.”

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan dokumen milik Setneg, Kemendagri dan Pemprov Aceh.

Prasetyo pun mengharapkan agar keputusan tersebut baik bagi Pemprov Sumut dan Aceh menjadi solusi terbaik buat semua pihak. Keputusan tersebut juga diharapkan mengakhiri dinamika yang berkembang di masyarakat.

“Kami juga diminta bapak Presiden untuk meluruskan isu yang berkembang bahwa berkenaan dengan dinamika empat pulau ini bahwa tidak benar ada satu Pemprov yang ingin memasukkan keempat pulau ini ke wilayah administratifnya.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy