Menag Lantik Profesor Danial Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Ingatkan Ruang Perubahan

Menag lantik Prof Danial Rektor UIN Sultanah Nahrasyiah
Menag Profesor Nasaruddin Umar melantik Profesor Danial (kiri) sebagai Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Aula Kantor Kemenag, Jakarta, Senin, 30 Juni 2025. Pelantikan itu bersamaan dengan 10 pimpinan PTKN lainnya serta 34 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Foto: Humas UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Jakarta – Menteri Agama, Profesor Kiai Haji Nasaruddin Umar melantik Profesor Danial dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2025-2029.

Pelantikan Danial bersamaan dengan 10 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya dan 34 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau setingkat Eselon II, di Aula Kantor Kemenag, Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.

Sebelumnya, Danial telah dilantik sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe pada 24 Maret 2025. Kini, dengan perubahan bentuk kelembagaan menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Danial kembali mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Pelantikan tersebut menetapkan Danial sebagai rektor perdana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang baru saja bertransformasi dari IAIN menjadi UIN.

Berani Berpikir Berbeda

Menag Nasaruddin mengingatkan agar momentum pelantikan dijadikan sebagai ruang perubahan. “Sekarang zaman perubahan. Jika kita tidak bisa berubah, maka zaman akan melintasi kita,” katanya.

Dia menyebut waktu adalah tantangan terbesar bagi pejabat. “Manakala kita merasakan 24 jam itu tidak cukup, itu berarti kita menjadi manusia produktif,” ucap Menag.

Menag menekankan pentingnya peran strategis para rektor sebagai teladan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. “Jadilah kekuatan pembelajaran yang sangat kuat di lingkungan kampus,” tegasnya.

Dia mendorong para pimpinan PTKN berani berpikir berbeda dan melakukan inovasi selama tidak bertentangan dengan aturan berlaku. “Seorang rektor itu harus berani berpikir lain sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan perundang-undangan. Go ahead, jalankan. Tampil beda dengan para pendahulunya, dalam artian yang positif,” tambah Menag.

Kepada para kepala biro, Menag berpesan untuk menjadi rujukan penting dalam pengelolaan administrasi dan birokrasi. “Berani katakan ‘tidak’ kepada pimpinannya, jika itu bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan. Dan beri motivasi kepada rektor manakala ada yang stagnan,” tuturnya.

Menag menegaskan pentingnya penguasaan teknologi informasi di era digital. “IT sekarang ini adalah kekuatan yang luar biasa. Di mana ada laptop, di mana ada jaringan, maka tidak mustahil seseorang bisa lebih pintar daripada orang di pusat kota. Tidak ada lagi batas desa atau kota dalam ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Trilogi Jilid Dua

Menag juga kembali mengangkat gagasan ekoteologi, yaitu kemampuan berpikir jernih dengan menyinkronkan diri dengan alam semesta dan Tuhan. “Inilah trilogi jilid dua: manusia, alam, dan Tuhan.” ujar Menag.

Dia menjelaskan trilogi jilid pertama yang mencakup kerukunan internal antarumat beragama, kerukunan antarumat beragama secara umum, serta kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah, saat ini sebagian besar sudah terlaksana. “Insya Allah sudah lewat, kecuali jika ada kasus tertentu yang bisa diselesaikan secara kasuistik,” ujarnya.

Karena itu, menurut Menag, saatnya bergegas menatap tantangan baru, yaitu mewujudkan trilogi jilid dua. “Pertama adalah kerukunan antarumat manusia tanpa membedakan agamanya, etniknya, jenis kelaminnya, warna kulitnya, bahasanya, bahkan kewarganegaraannya. Jadilah pengabdi-pengabdi kemanusiaan dengan sesama,” jelasnya.

“Yang kedua adalah kerukunan antara manusia dengan alam semesta. Alam semesta itu bukan hanya objek, tapi juga partner dalam mewujudkan diri kita sebagai hamba Tuhan. Jangan hanya menjadikan alam sebagai sasaran, tapi libatkan sebagai partisipan yang mendukung pencapaian cita-cita kita,” lanjut Menag.

“Dan yang ketiga tentu adalah keakraban kita dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau segitiga ini akrab—manusia, alam, dan Tuhan—maka otomatis trilogi jilid pertama juga akan terselesaikan,” tambahnya.

Menag pun mengajak para rektor untuk mulai menunjukkan perhatian dan komitmen terhadap isu ini di lingkungan kerja masing-masing. “Saya mohon kepada kita semua, para rektor, mulailah mempertontonkan kekhususan isu ini di lingkungan kerjanya masing-masing,” pesannya.

Dia mengajak seluruh pejabat untuk bekerja secara tulus dan berani bersikap sesuai aturan. “Sepanjang kita berjalan di atas peraturan yang ada, jangan takut pada siapa pun. Jangan takut, Tuhan bersama kita. Di mana ada ketulusan dan keikhlasan, di situ pasti ada keajaiban,” pungkas Menag.

[Menag Nasaruddin Umar melantik pimpinan PTKN dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Foto: Kemenag]

Berikut pimpinan PTKN dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemenag yang dilantik:

Pimpinan PTKN:

1. Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri;

2. Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kudus;

3. Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Madura;

4. Prof. Dr. Ida Umami, S.Ag., M.Pd.,Kons., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung;

5. Prof. Dr. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Palangka Raya;

6. Dr. Abbas Langaji, S.Ag., M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Palopo;

7. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon;

8. Prof. Dr. Danial, S.Ag., M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe;

9. Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo;

10. Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis;

11. Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A., jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

JPT Pratama:

1. Nyoman Suriadarma, S.Pd., M.Pd., M.Pd.B., sebagai Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama;

2. Muchamad Sidik Sisdiyanto, S.Ag., sebagai Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama;

3. Prof. Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd., sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama

JPT Pratama:

1. Syami Muhamad, S.E., M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Ambon;

2. Jamaludin Bugis, S.Ag., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Ternate;

3. Drs. Nanang Fatchurochman, S.H., S.Pd., M.Pd., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta;

4. Dr. H. Barnoto, M.Pd.I., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Kediri;

5. Dr. H. Ridwansyah, M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin;

6. Drs. H. Yasrizal, M.A., menjadi Kepala Biro Umum, Akademik, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar;

7. Reginaldus Saverinus Sely Serang, S.Fil., M.Th., menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama;

8. Albertus Triyatmojo, S.S., M.Si., menjadi Direktur Pendidikan Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama;

9. Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M., menjadi Direktur Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama;

10. Dr. H. Susari, M.A., menjadi Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon;

11. Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, S.H., M.A., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang;

12. Dr. H. Zahdi, M.H.I., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang;

13. Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I., M.M., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi;

14. Drs. Ajam Mustajam, M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung;

15. Dr. H. Mahyudin, M.A., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Kerinci;

16. Dr. H. Muhamad Nur, M.A., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang;

17. Rina Meutia, S.E., M.E., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Takengon;

18. Drs. H. Amrun Saleh, M.A., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Langsa;

19. Mirwan Fasta, S.Ag., M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu;

20. H. Muhammad Fuad, S.Sos., M.Sc., menjadi Direktur Jaminan Produk Halal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama;

21. Mohamad Ali Irfan, S.E., M.M., M.Ak., menjadi Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;

22. Dr. H. Kaswad, S.Ag., M.Ag., menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo;

23. Dr. M. Muflih BF., M.M., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar;

24. Dr. H. Amrullah, M.Si., menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten;

25. Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar;

26. Drs. H. Suleman, M.Pd., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu;

27. Dr. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten;

28. Dr. Seska Vonny Langitan, M.Si., M.Th., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Kristen Negeri Palangkaraya;

29. Dr. Suwarsono, S.PAK., M.M., menjadi Direktur Pendidikan Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama;

30. Drs. Sudirman Simanihuruk, M.Th., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung;

31. Dr. H. Masmuni Mahatma, S.Fil., M.Ag., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy