Mahasiswa Unimal Latih Warga Keude Bayu Cara Bertani Hidroponik Berbasis Limbah Plastik

Pelatihan Hidroponik
Sesi praktik pelatihan hidroponik di Gampong Keude Bayu, Aceh Utara. Foto: Dokumentasi Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 40

Lhoksukon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Malikussaleh (Unimal) melatih warga Gampong Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, cara bertani hidrponik dengan memanfaatkan wadah dari limbah plastik, Sabtu, 25 Januari 2025.

Pelatihan dibagi dua sesi, teori dan praktik. Saat pemaparan teori, warga dibekali prinsip dasar hidroponik seperti teknik pengelolaan nutrisi tanaman, efisiensi penggunaan air, dan keunggulannya dibandingkan metode pertanian konvensional.

Ketika sesi praktik, peserta diajarkan langkah-langkah membuat instalasi hidroponik sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti botol plastik bekas.

“Penggunaan botol plastik, khususnya botol air mineral, bertujuan mengurangi limbah plastik sekaligus memberikan nilai guna baru sebagai media tanam hidroponik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Annisa, Mahasiswa Agroekoteknologi Unimal yang menjadi pemateri pelatihan kepada Line1.News, Minggu, 26 Januari 2025.

Menurut Annisa, antusiasme warga terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. “Peserta aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Dengan metode yang mudah dipahami dan aplikatif, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi masyarakat untuk memulai budidaya hidroponik secara mandiri,” ujarnya.

Annisa menambahkan, teknik bercocok tanam hidroponik sebagai metode pertanian modern sangat efektif diterapkan di daerah dengan keterbatasan lahan, seperti Keude Bayu yang didominasi pertokoan.

Pelatihan Hidroponik2.avif
Mahasiswa Unimal memaparkan teori tentang metode pertanian hidroponik di Gampong Keude Bayu

Inisiatif pelatihan itu, kata dia, juga sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, yang bertujuan menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Dengan penerapan teknologi hidroponik, diharapkan masyarakat Desa Keude Bayu dapat mengoptimalkan ruang terbatas untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” ujarnya.

Mewakili Kelompok 40, Annisa berterima kasih atas kehadiran dan antusiasme masyarakat. “Besar harapan kami, ilmu yang kami bagikan hari ini dapat diterapkan untuk mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Keude Bayu.”

Geuchik Keude Bayu, Basir Abdullah, berterima kasih kepada mahasiswa Unimal atas terselenggaranya pelatihan hidroponik tersebut.

“Kami merasa bangga atas inisiatif mahasiswa yang telah memberikan pelatihan ini. Pelatihan hidroponik merupakan langkah inovatif yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kemandirian sekaligus membuka peluang ekonomi baru.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy