Jakarta – Megaproyek Ibu Kota Nusantara alias IKN warisan Jokowi telah menghabiskan kas negara hampir Rp90 triliun. Sementara dari investor swasta, duit digelontorkan Rp58 triliun lebih.
Hal itu terungkap dalam laporan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono kepada Presiden Prabowo Subianto.
Basuki menyebut pembangunan IKN sudah menelan anggaran Rp89 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Basuki, uang sebanyak itu dipakai untuk pembangunan IKN tahap pertama.
“Kami laporkan saat tahap awal 2022-2024 APBN telah menginvestasikan Rp89 triliun,” ujar Basuki setelah rapat terbatas dengan Prabowo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa dikutip Kamis, 23 Januari 2025, dari detik.com.
Lantas, ke mana saja uang itu dihabiskan? Basuki merincikan, uang itu dipakai untuk membangun jalan tol menuju IKN, 47 menara hunian, saluran air minum, sanitasi, embung, kolam retensi, dan kantor pemerintahan.
Selain itu, anggaran tersebut juga dipakai untuk membangun sarana peribadatan, mulai dari masjid, gereja, hingga basilika. Proyek-proyek itu dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
Di luas kas negara, Basuki melaporkan ada duit Rp58,41 triliun yang juga dipakai untuk pembangunan IKN. Uang itu berasal dari investasi sejumlah perusahaan swasta.
“Ada juga investasi swasta yang sudah groundbreaking sampai September lalu Rp58,41 triliun. Ini progresnya sekarang ada beberapa yang sudah jalan, ada yang sudah selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan rencana anggaran pembangunan IKN lima tahun mendatang.
“Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan dan menegaskan sudah di-approve anggaran untuk kelanjutan pembangunan IKN itu Rp48,8 triliun untuk lima tahun ke depan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy