Hadirin Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,
Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak. Allah SWT menegaskan di dalam Surah Al-Baqarah ayat 83 yang artinya: “(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”.
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim jilid I halaman 290 menegaskan, berbuat baik kepada kedua orang tua adalah kewajiban setelah melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT. Dua kewajiban tersebut beberapa kali diungkapkan secara beriringan dalam Al-Qur’an. Seperti dalam Surah Luqman ayat 14 dan Surah Al-Isra’ ayat 23.
Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Di balik kewajiban kita untuk berbakti dan merawat orang tua, khususnya ibu, terdapat janji anugerah besar dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu anugerah di dunia adalah dihapuskannya dosa.
Dalam sebuah hadis diriwayatkan Imam Ahmad dari Ibnu Umar, sebagaimana dikutip Syekh Dhiyauddin Ad-Dimasyqi dalam kitab As-Sunan wal Ahkam ‘Anil Musthafa, Jilid III halaman 356, disebutkan seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad SAW.
“Wahai Rasulullah, sungguh aku telah melakukan dosa besar. Adakah jalan tobat untukku?”
Lalu Nabi bertanya: “Apakah engkau masih memiliki ibu?”
“Tidak.”
Kemudian Nabi bertanya lagi: “Apakah engkau memiliki bibi dari jalur ibu?”
“Ya.”
Lantas Nabi bersabda: “Kalau begitu, berbaktilah kepadanya.”
Hadirin Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,
Pesan yang tersirat dalam kisah tadi begitu kuat: meskipun ibu telah tiada, kesempatan berbakti masih terbuka melalui orang-orang terdekatnya, seperti bibi dari pihak ibu. Islam memberikan ruang luas bagi hamba untuk menebus dosa dengan amal kebajikan, terutama melalui bakti kepada orang tua.
Selain pengampunan dosa, anugerah lain dari berbakti kepada orang tua adalah terbukanya pintu rezeki. Disebutkan dalam sebuah kisah tentang seorang pemuda dari kalangan Bani Israil. Ia dikenal sangat berbakti dan taat kepada ibunya. Segala urusan, termasuk keputusan jual-beli, selalu ia sesuaikan dengan kerelaan sang ibu.
Suatu ketika, ibunya berpesan agar tidak menjual sapi kecuali seharga dinar yang memenuhi kulitnya. Lelaki tersebut pun menahan diri dan tidak menjualnya sembarangan.
Akhirnya, atas izin Allah SWT, kaum Bani Israil yang sedang mencari sapi untuk dijadikan tebusan atas pembunuhan yang belum terungkap, menemukan bahwa hanya sapi milik pemuda itulah yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan oleh Nabi Musa AS.
Maka sapi itu dibeli dengan harga sebagaimana permintaan ibunya, dinar yang memenuhi kulitnya. Kisah ini disebutkan dalam Tafsir al-Baghawi, Jilid I, halaman 128.
Hadirin Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,
Anugerah berikutnya bagi mereka yang berbakti kepada orang tua adalah terkabulnya doa. Kisah yang paling masyhur adalah tentang seorang pemuda dari Yaman bernama Uwais al-Qarni.
Rasulullah SAW menyebut namanya secara khusus, bahkan berpesan kepada para sahabat, jika suatu saat bertemu dengan Uwais al-Qarni agar memintanya memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sebab, Uwais al-Qarni merupakan sosok yang sangat berbakti kepada ibunya. Ia rela tidak ikut berhijrah dan meninggalkan kesempatan bertemu Nabi secara langsung, demi merawat ibunya yang sudah tua. Bakti dan kesetiaannya inilah yang mengangkat derajatnya di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Kisah ini tercantum dalam Syarah Shahih Muslim, Jilid XVI, halaman 96.
Hadirin Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,
Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak (Jilid IV, hal. 114), dari Mu’awiyah bin Jahimah, bahwa suatu ketika ia menghadap Nabi Muhammad SAW dan meminta ikut berjihad.
Lalu Nabi bertanya: “Apakah engkau masih memiliki ibu?”
“Ya.”
Lantas Nabi menegaskan: “Pergilah, dan tetaplah bersamanya. Sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya.”
Betapa mulianya kedudukan seorang ibu dalam Islam. Jihad pun bisa tertunda jika di hadapan kita ada ibu yang harus dirawat dan dilayani dengan sepenuh kasih.
Pada akhirnya, marilah kita berdoa dan berikhtiar, agar Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita untuk terus berbakti kepada kedua orang tua, selagi mereka masih hidup. Dan bagi yang orang tuanya telah wafat, semoga tetap mampu berbakti melalui doa, sedekah, dan amal-amal kebaikan yang diniatkan untuk mereka.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy