Keuchik Diduga Bikin Gaduh, Tuha Peut Gampong Tumpok Teungoh Lhokseumawe Mundur

Kantor Keuchik Tumpok Teungoh
Kantor Keuchik Tumpok Teungoh. Foto: istimewa

Lhokseumawe – Sembilan orang anggota Tuha Peut Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mendadak mengakhiri masa bakti lebih awal. Di dalam surat pengunduran diri yang disampaikan kepada Penjabat Wali Kota Lhokseumawe pada 1 November 2024, mereka menyatakan alasan mundur karena tidak sinkronnya kinerja dengan Penjabat Keuchik baru, Muzakkir SY.

Beberapa sumber mengatakan, para Tuha Peut masa jabatan 2020-2026 itu gerah dengan sikap Muzakkir karena diduga kerap menimbulkan kegaduhan dalam menjalankan roda pemerintahan di gampong. Bahkan, para Tuha Peut itu menilai ada beberapa kebijakan Muzakkir terlalu berlebihan dan memaksakan kehendak pribadi.

Muzakkir juga disebut menunjuk adik kandungnya, Mahrizal, sebagai Imam Masjid Al-Mukhlisin menggantikan Teungku Razali. Sebelumnya, Razali juga mengundurkan diri secara mendadak kendati masa tugas belum berakhir.

Saat dikonfirmasi pada Rabu sore, 13 November 2024, via telepon seluler, Muzakkir menyebutkan surat pengunduran diri para Tuha Peut telah sampai ke Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Surat itu juga ditembuskan ke Camat Banda Sakti dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Lhokseumawe.

Ka geu mundur hana ta tuoh peugot nye ka geu mundur, hai ka geu meundur berarti kalheuh geu peugot surat mengundurkan diri ke kanto wali kota, tapreh surat wali kota ilee enteuk (kalau sudah mundur gak tau mau kita apakan. Kalau mundur berarti mereka sudah membuat surat mengundurkan diri ke kantor wali kota, kita tunggu surat wali kota nanti). Surat [pengunduran diri 9 Tuha Peut ditujukan] ke wali kota, tembusan ke camat, tembusan ke DPMG,” ujar Muzakkir.

Ketika disinggung adanya anggapan dari masyarakat bahwa setelah dirinya ditunjuk sebagai Pj Keuchik diduga melakukan kebijakan sepihak, seperti mengangkangi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 44 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan pemberhentian Imam Masjid, Muzakir menjawab tidak paham. Perwal 44 menyebutkan pengangkatan Imam Masjid diangkat oleh Wali Kota Lhokseumawe setelah berkoordinasi dengan Dinas Syariat Islam.

Lon hana meuphom nyan. Maseng-maseng ureung kon na keputusan droe pakon mundur, karena selama nyoe lon jalankan pemerintahan nyoe sebagaimana aturan. Masalah Tuha Peut geu mundur nyan kon hak ureung nyoe nyan (saya tidak paham itu. Masing-masing orang ada keputusan sendiri kenapa mundur karena selama ini saya jalankan pemerintah [gampong] ini sebagaimana aturan. Masalah Tuha Peut mundur itu hak mereka)”.

Terkait dugaan bikin gaduh di Tumpok Teungoh, Muzakkir juga mengatakan selama ini gampong tersebut adem ayem tidak ada masalah. “Bagi lon hana nyan, tanyoeng bak masyarakat mantong kiban informasi yang leubeh jroh (Bagi saya itu tidak ada, tanya ke masyarakat saja bagaimana informasi yang lebih pasti). Karena selama ini adem ayem, tentram di Teumpok Teungoh, hana masalah,” kata Muzakir.

Saat ditanyakan bahwa mundurnya Tuha Peut karena mengindikasikan ada sesuatu di gampong terkait pemerintahan, Muzakkir juga membantah.

Hana nyan, biasa mantong, uroe nyoe rukon-rukon mantong [Tidak ada sesuatu, biasa saja, hari ini suasana di tengah masyarakat rukun-rukun  saja],” ucapnya.

Adapun kesembilan Tuha Peut yang mengundurkan diri itu adalah Rusli Jamil (ketua), Munawar Kasem (wakil ketua), dan para anggota, Nazir, T Syarifuddin, Anwar Ibrahim, M. Idris A, Sofia, Erma Yanti, dan Nurjamali.

Sementara terkait pemberhentian Imam Masjid, Muzakir mengatakan, “Geu mundur keu droe geuh, na surat bak lon, karena geknyan memang usia ka uzur (beliau mundur sendiri, ada surat pengunduran diri sama saya, karena beliau sudah uzur)”.

Namun, informasi yang diperoleh, Muzakkir sendiri yang terlibat langsung memimpin rapat proses pergantian Imam Masjid di Masjid Al-Mukhlisin beberapa waktu lalu.

Muzakkir dilantik sebagai Pj Keuchik Tumpok Teungoh oleh Camat Banda Sakti Yuswardi, pada 12 September 2024. Muzakkir merupakan staf Dinas Syariat Islam dan Dayah Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy