Sabang – Setelah diundur karena satu dan lain hal, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang terpilih periode 2025-2030, Zulkifli Adam dan Suradji Yunus, akhirnya digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025.
Pelantikan dan pengambilan sumpah Zulkifli-Suradji berlangsung di Rapat Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang. Keduanya dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Pelantikan wali kota-wakil wali kota Sabang terlambat dibandingkan kepala daerah lainnya di Aceh yang kini telah menjalankan program-program 100 hari masa kerja masing-masing.
Seperti diketahui, hasil Pilkada Sabang 2024 digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). MK kemudian memerintah Komisi Independen Pemilihan (KIP) Sabang melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 02 Paya Seunara Kecamatan Sukamakmue pada Sabtu, 5 April 2025.
Hasil PSU tersebut, Zulkifli-Suradji menang dengan 307 suara. Disusul pasangan calon nomor urut tiga Ferdiansyah-Muhammad Isa dengan meraih 188 suara. Sedangkan pasangan calon nomor urut satu Hendra-Marwan hanya meraih satu suara.
Sebelum PSU digelar, KIP Sabang telah menetapkan Zulkifli-Suradji sebagai peraih suara terbanyak. Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota, pasangan jalur independen tersebut mengalahkan dua pasangan lain yang diusung partai politik lokal maupun nasional, dengan perolehan 9.786 suara sah.
Zulkifli bukan sosok baru di Pemerintah Sabang. Ia pernah menjabat wali kota periode 2012–2017. Saat menjabat wali kota, dia didampingi wakilnya Nazaruddin, yang di periode setelahnya, terpilih sebagai Wali Kota Sabang periode 2017—2022. Suradji pun bukan pendatang baru, sebelumnya menjabat wakil wali kota mendampingi Nazaruddin.
Salah satu momen menarik dalam pelantikan itu adalah kehadiran Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram, yang datang memberikan ucapan selamat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kami mengucapkan selamat kepada Zulkifli dan Suradji yang telah dilantik untuk memimpin Kota Sabang,” ujar Muharram dikutip dari Laman Pemkab Aceh Besar.
Sama seperti Zulkifli–Suradji, Muharram dan wakilnya Syukri A Jalil juga menang Pilkada lewat jalur independen. Bedanya, Syech Muharram melenggang ke kursi nomor satu Aceh Besar dengan “mulus” tanpa sengketa.
Pertemuan kedua kepala daerah nonpartai itu terasa simbolik ketika mereka bersua di ruang sidang gedung dewan—pusat kekuasaan legislatif dan dominasi partai politik.
Selain itu, keduanya memiliki latar belakang serupa sebagai mantan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Zulkifli pernah menjabat sebagai Bendahara GAM Wilayah Pulo Aceh-Sabang. Sedangkan Syech Muharram merupakan mantan Panglima GAM wilayah Aceh Rayeuk atau Aceh Besar.
Menurut Syech Muharram, kehadirannya sebagai bentuk dukungan bagi kepemimpinan baru Sabang. Ia menyebut pasangan Zulkifli dan Suradji sosok yang tepat memimpin Sabang lima tahun ke depan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy